Prostitusi di Jejaring Sosial Makin Marak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Facebook.

    Facebook.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak sulit melacak praktek prostitusi di jejaring sosial. Paling tidak, hal itu diakui seorang narasumber Tempo--sebut saja bernama Yudhi. “Saya tidak mencari, justru ditawari,” kata Yudhi.

    Menurut Yudhi, seorang yang dikenal di jejaring sosial menawari dia berkenalan dengan seorang gadis. “Katanya masih SMA, umurnya sekitar 19 tahun,” kata Yudhi. Tawaran itu disertai dengan penjelasan profil si gadis, berikut ciri-ciri fisik dan ukuran pakaian dalam.

    Ketika Yudhi menyatakan tertarik, orang itu memberi dia akun gadis yang dimaksud. Dalam akun itu, terdapat foto si gadis bernama Yanti –bukan nama sebenarnya. Di akun itulah Yudhi meninggalkan pesan dan nomor teleponnya.

    Ternyata tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan tanggapan. Selang sehari, si gadis membalasnya dengan mengirim pesan pendek di telepon seluler. Dia mengizinkan Yudhi menghubunginya lewat telepon. “Di situ dia menyebutkan harga Rp 400 ribu dua jam di luar kamar,” katanya.

    Meski tidak tampil secara terang-terangan, Yudhi yakin praktek prostitusi di dunia maya tidak sulit untuk diungkap. “Kalau polisi bersungguh-sungguh, pasti banyak yang bisa dibongkar,” katanya.

    SUSENO

    Berita populer
    ABG Penjual Perempuan di Facebook Dibekuk
    Curi Permen, Bocah Dihukum Berlari Hingga Tewas
    Korban Bentrokan di RSPAD Tewas dengan Luka Tebas
    Begini Kronologi Bentrokan RSPAD
    Metro TV dan TVOne Dinilai Bikin Demokrat Jeblok

    Aurel Hermansyah: Its Over Lewat Twitter
    Bentrokan RSPAD, Ada Perempuan Ikut Menyerang
    Karena Jelek, Pria Singapura Ceraikan Istri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.