John Kei dan Kelompoknya di Mata Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Kei, tahun 2004. Dok. TEMPO/Siswanto

    John Kei, tahun 2004. Dok. TEMPO/Siswanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi selama ini terkesan kesulitan mengungkap kasus-kasus yang melibatkan John Kei dan kelompoknya. Pengerahan puluhan personel pada penangkapan John di Hotel C'One di Jakarta Timur, Jumat malam, 17 Februari 2012, dianggap berlebihan. Bagaimana Kepala Daerah Metro Jaya Inspektur Untung Suharsono Radjab menanggapi ini?

    “Saya tidak membesar-besarkan kelompok tertentu. Kalau secara pribadi atau kelompok melakukan tindakan pidana ya kami tindak,” kata Untung saat wawancara dengan L.R. Baskoro, Anton Aprianto, dan Mustafa Silalahi dari majalah Tempo di kantornya, Kamis malam, 23 Februari 2012. (Baca selengkapnya di majalah Tempo terbitan 27 Februari-4 Maret 2012)

    Untung membantah polisi kesulitan mengungkap kasus John Kei dan kelompoknya karena mereka dilindungi orang kuat. Menurut dia, kesulitan itu bukan karena ada pelindung, tapi karena sulit menemukan bukti.

    “Ini soal bukti saja. Kalau dia punya beking, kenapa sekarang tidak nongol?” kata Untung. Sebelum penangkapan berlangsung, Untung mengatakan telah meminta dukungan Panglima Kodam Jaya.

    Terkait dengan prosedur penangkapan John dengan mengerahkan puluhan polisi, Untung menjelaskan bahwa polisi sebelumnya melakukan langkah intelijen. ”Mereka harus mengetahui underestimate dalam penangkapannya,” katanya.

    John ditangkap karena diduga terlibat pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung, Direktur PT Sanex Steel Indonesia, di Swiss Bell Hotel, Jakarta, Januari lalu. Polisi mengantongi barang bukti berupa closed circuit television (CCTV) yang terpasang di hotel sebelum Tan terbunuh serta bukti lain.

    Polisi sedang menginventarisasi sejumlah kasus yang diduga melibatkan John, seperti insiden di Café Blowfish dan di Jalan Ampera. “Kami akan mempelajari di mana keterlibatannya. Syaratnya tidak kedaluwarsa dan buktinya kuat, pasti kami sidik,” kata alumnus Akademi Polisi 1977 itu.

    Sebelumnya, istri John Kei, Yulianti, melaporkan Untung dan beberapa polisi yang menangkap John Kei ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Markas Besar Kepolisian.

    RINA WIDIASTUTI

    Berita Terkait
    Buron Pembunuh Ayung Ada Saat John Kei Ditangkap
    Ada 'Order' Pembunuhan Direktur Power Steel?
    Bos Sanex Steel Pernah Ditahan karena Punya 2 KTP
    Bos Sanex Steel Berminat Garap Proyek Selat Sunda
    Kisah Persahabatan Bos Sanex Steel dan John Kei
    Rekonstruksi Pembunuhan Bos Sanex Steel Digelar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.