Bos Sanex Steel Sering Jadi Donatur Partai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayung alis Tan Harry Tantono. Fiddy/okezone

    Ayung alis Tan Harry Tantono. Fiddy/okezone

    TEMPO.CO, Jakarta - Tan Harry Tantono, petinggi PT Sanex Steel Indonesia yang menjadi korban pembunuhan, bukan orang sembarangan. Pria 51 tahun yang akrab disapa Ayung itu memiliki jabatan Komisaris Utama PT Sanex Steel Indonesia. Ia cukup dekat dengan petinggi partai atau pejabat sekelas menteri di negeri ini.

    Menurut Sumber Tempo, jaringan bisnis baja yang dibangun Ayung tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga sampai di tanah leluhurnya, Cina. Seperti ditulis Majalah Tempo edisi 27 Februari–4 Maret 2012, sumber itu mengungkapkan bahwa sejumlah partai politik, antara lain Golkar dan Demokrat, pernah mendapat sumbangan dari perusahaannya.

    Pada saat dia meninggal, sejumlah tokoh politik, antara lain tokoh Golkar yang juga menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, datang melayat.

    Kedekatan inilah yang menurut sumber Tempo membuat polisi dengan cepat menangkap John Kei, pimpinan kelompok Pemuda Kei yang diduga terlibat pembunuhan Ayung.

    Ayung ditemukan tergeletak berlumuran darah di atas sofa di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat pada 26 Januari lalu. Mengenakan kemeja merah jambu, tubuhnya penuh bacokan dan lehernya menggangga terkena sayatan.

    Keterangan terkait adanya aliran dana dari perusahaan Ayung ke sejumlah partai dibenarkan oleh pengacara Ayung, Carrel Ticualu. “Dia memang sering menjadi donatur partai politik,” ujar Carrel.

    Menurut Carrel, Ayung tipe pengusaha ambisius. Ambisinya untuk menjadi pengusaha besar membuat dia bergaul dengan siapa saja, mulai dari petinggi partai, pejabat sekelas menteri, hingga preman.

    Adanya permintaan sejumlah orang dekat dengan Ayung dibantah keras oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Untung Suharso Radjab. “Kami bergerak dan menangkan karena berdasarkan fakta dan bukti,” kata Untung kepada Tempo.

    John Kei ditangkap polisi di Hotel C’One, Jakarta Timur, pada Jumat, 17 Februari lalu. Penangkapan itu dilakukan karena ia diduga terlibat pembunuhan Ayung. Ketika penangkapan, polisi terpaksa menembak kaki kanannya karena mencoba melawan.

    RINA WIDIASTUTI

    Berita lain:
    Sakit Hati, Kacang Lupa Kulit dan Kasus John Kei
    Said Orang Kepercayaan Ayung
    Menjerat John Kei, Polisi Punya Bukti CCTV
    Kapolda: Kenapa Backing John Kei Tidak Nongol?

    Kekuatan Besar di Balik Gangster Kei

    Buron Pembunuh Ayung Ada Saat John Kei Ditangkap
    Ada 'Order' Pembunuhan Direktur Power Steel?
    Bos Sanex Steel Pernah Ditahan karena Punya 2 KTP
    Bos Sanex Steel Berminat Garap Proyek Selat Sunda
    Kisah Persahabatan Bos Sanex Steel dan John Kei
    Rekonstruksi Pembunuhan Bos Sanex Steel Digelar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.