Laki-Laki Ini Ditusuk Sampai Tewas Saat Salat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Depok - Abdul Rosyid, 38 tahun, tewas setelah ditusuk golok oleh iparnya, Sutikno, 35 tahun. Dia ditusuk saat sedang salat berjamah dengan istrinya di rumah mertuanya, Jalan Aliondang Nomor 14 Rt 02 Rw 08, Kelurahan Bojongsari Lama, Bojongsari, Depok, Selasa, 28 Februari 2012, sekitar pukul 18.30 WIB. "Saya langsung ambil senter dan cabut goloknya. Darahnya sampai ke tempat tidur," kata istri korban, Titin, 37 tahun, Rabu, 29 Februari 2012.

    Menurut Titin, Sutikno melakukan penusukan tersebut saat rumah gelap. Saat itu lampu mati. Golok diambil dari dapur. Pelaku menusuk punggung sebelah kiri suaminya dengan golok hingga mengenai jantung. Korban pun meregang nyawa di tempat kejadian perkara. Titin masih shock berat melihat suaminya tewas.  Korban dilarikan ke RSUD Sawangan Depok untuk di otopsi pada pukul 22.00, Selasa, 28 Februari 2012. “Dia sudah tidak ada lagi,” katanya.

    Menurut Titin, Sutikno mengalami gangguan jiwa sejak 18 tahun silam. Sutikno pernah dirawat di RS Jiwa Grogol, Jakarta Barat. Diduga Sutikno melakukan penusukan yang mematikan itu karena terlambat minum obat. Korban baru menikah selama 29 hari dan belum sempat resepsi. “Padahal selama ini tidak ada masalah sama sekali," kata Titin.

    Sepupu istri korban, Nasim Sukardi, 43 tahun, mengatakan setelah menusuk korban, Sutikno tidak melarikan diri. Justru anak ketujuh dari sembilan bersaudara itu duduk di depan rumah.

    Sutikno langsung diamankan oleh anggota keluarga dan dimasukan ke kamar. Polisi datang membawa Sutikno dan goloknya ke Polsek Sawangan. “Setelah itu saya bawa korban ke rumah sakit dan menghubungi keluarganya di Pancoranmas," katanya.

    Kepala Unit Reskrim Polsek Sawangan IPTU Rofingi mengatakan pembunuhnya mengalami gangguan jiwa yang terlambat minum obat. Pelaku pun langsung dibawa untuk pemeriksaan ke RS Marzuki Mahdi di Cilendek, Bogor Barat, Kota Bogor. Polisi menyita sebilah golok, sarung, dan sajadah yang berlumur darah sebagai barang bukti. "Kasus ini sudah kami selidiki. Masalah ini kami serahkan kepada kedua belah pihak keluarga," katanya.

    ILHAM TIRTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.