Jumlah Kebakaran Jakarta Tertinggi di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar sejumlah kios di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/2). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut menghanguskan belasan kios yang menjual sembako, buku dan mainan anak, api diduga akibat hubungan arus pendek. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar sejumlah kios di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/2). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut menghanguskan belasan kios yang menjual sembako, buku dan mainan anak, api diduga akibat hubungan arus pendek. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kebakaran di Jakarta paling tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. "Ada 890 peristiwa selama 2011," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengutip surat Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang disampaikan di Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran ke-93 di Monumen Nasional, Kamis, 1 Maret 2012.

    Dalam suratnya, Gamawan mengatakan kebakaran menyumbang 15 persen dari total bencana di Indonesia. Pada 2011, terjadi sekitar 16.500 kebakaran di 498 kota dan kabupaten. Di Medan kebakaran terjadi sebanyak 163 kali, Surabaya 187 kejadian, Bandung 163 kali, Bekasi 127 kali, Depok 124 kali dan Kota Tangerang 167 kali.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Paiman Napitupulu, mengatakan penyebab kebakaran 60 persen karena hubungan arus pendek listrik. Padatnya permukiman penduduk yang berhimpitan ikut mempersulit upaya pemadaman api. Selain itu, bahan bangunan yang digunakan penduduk Jakarta banyak yang menggunakan material yang mudah terbakar.

    Menyikapi hal ini, Fauzi Bowo menuturkan upaya pemadam kebakaran tidak bisa optimal tanpa dukungan masyarakat. Relawan warga sebaiknya diberi pelatihan oleh Dinas Pemadam Kebakaran mengenai pencegahan dan tindakan pertama jika ada kebakaran. "Pengawasan bahan bangunan juga harus dilakukan."

    SUNDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.