Operasi Kilat Jaya Tangkap 169 Preman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota unit tangkap Reskrim Polres Jakarta Pusat mengamankan seseorang yang diduga preman di Stasiun Sudirman Jakarta, Selasa (19/4). Razia dilakukan dalam rangka pengamanan jelang hari Raya Paskah dan antisipasi seringnya tawuran warga di wilayah Jakarta Pusat. TEMPO/Amston Probel

    Sejumlah anggota unit tangkap Reskrim Polres Jakarta Pusat mengamankan seseorang yang diduga preman di Stasiun Sudirman Jakarta, Selasa (19/4). Razia dilakukan dalam rangka pengamanan jelang hari Raya Paskah dan antisipasi seringnya tawuran warga di wilayah Jakarta Pusat. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Jakarta Timur menangkap 169 preman dalam Operasi Kilat Jaya di wilayah Jakarta Timur sejak 24 Februari 2012 lalu. Dari jumlah itu, hanya 15 preman yang ditahan. Mereka kini meringkuk di beberapa tahanan kepolisian sektor di Jakarta Timur. Dari operasi ini juga disita dua samurai dan tiga celurit sebagai bukti.

    Menurut Kepala Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Didik Heryadi, dari 169 yang ditangkap, hanya 15 orang itu yang tercatat melakukan pemerasan, penganiayaan, pencurian, dan pengeroyokan. "Ada yang tertangkap tangan, ada pula laporan dari masyarakat," kata Didik, Kamis, 1 Maret 2012.

    Sisanya, 154 preman, dibina oleh polisi selama satu hari. Mereka juga diminta membuat pernyataan untuk tidak menganggu ketertiban masyarakat lagi. Isinya, kata Didik, mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. “Seperti nongkrong-nongkrong atau ngamen lagi," ujar Didik.

    Menurut Didik, di Jakarta Timur tidak ada wilayah yang dominan jumlah premannya. Dalam operasi kali ini, polisi menangkap banyan preman di Terminal Pulo Gadung, Kampung Rambutan, dan Rawamangun. "Paling banyak di lampu merah PGC (Pusat Grosir Cililitan)," katanya.

    Dari seluruh polsek di Jakarta Timur, Polres Jakarta Timur menurunkan 300 personel untuk menjaring preman. Operasi digelar tanpa mengenal waktu tertentu. "Dua puluh empat jam," ujarnya.

    Menurut Didik, setelah John Kei ditangkap polisi, pihak kepolisian menerima banyak apresiasi dari masyarakat. "Banyak ucapan terima kasih." Preman memang harus diberantas. Operasi akan terus berlangsung sebulan ke depan. Polisi belum mengetahui respons masyarakat terhadap Operasi Kilat Jaya ini.

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.