Jahitan di Kaki John Kei Sudah Dilepas Setengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Kei menjalani perawatan. ANTARA/Dokumentasi Keluarga

    John Kei menjalani perawatan. ANTARA/Dokumentasi Keluarga

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara John Kei, Djamal Koedoeboen, mengatakan jahitan di kaki kliennya sudah dilepas sejak kemarin, Kamis, 1 Maret 2012. "Sudah dilepas kemarin," kata dia kepada wartawan, Jumat, 2 Maret 2012 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

    Menurut Djamal, luka jahit di kaki John sangat panjang. Luka itu merentang dari dekat dengkul bagian bawah hingga dekat tumit bagian atas. "Ada kira-kira 30 sentimeter," ujarnya. Sekarang kaki John masih dibebat perban.

    Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala RS Polri Komisaris Besar Agus Prayitno mengatakan belum seluruh jahitan di kaki John diangkat. "Baru diangkat sebagian, belum semuanya," kata Agus melalui pesan pendek.

    Hari ini, genap dua pekan John Kei ditangkap dan dirawat di RS Polri. Sebelumnya, pihak kepolisian menetapkan pria 43 tahun asal Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, itu sebagai tersangka dalam pembunuhan bos PT. Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung, 26 Januari silam.

    Tubuh Ayung ditemukan berlumuran darah di Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat, di kamar 2701. Sesaat sebelum dibunuh, John dan Ayung bercakap-cakap di kamar itu. Kemudian datang belasan anak buah John dan setelah itu Ayung ditemukan mati terbunuh.

    ATMI PERTIWI

    Berita Terkait
    Peluru itu Ternyata Tembus Kaki John Kei
    30 Preman dan Pejudi Dijaring di Jakarta Utara 
    Sakit Hati, Kacang Lupa Kulit dan Kasus John Kei
    Daud: John Kei Pernah Ancam Ayung 3 Kali  
    Polisi Harus Jadi Aktor Utama Antipreman
    Peluru itu Ternyata Tembus Kaki John Kei
    John Kei Ditangani 14 Dokter RS Polri 
    Jahitan Luka John Kei Dicabut Sabtu Pekan Ini 
    Tito Kei Bantah Terlibat Penyerangan RSPAD 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.