Dua Versi Polisi Perampokan Emas Ciputat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku perampokan toko emas di Ciputat, Kota Tangsel, Banten, pada 24 Februari 2012 beserta barang bukti perampokan ditunjukkan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/3). ANTARA/Reno Esnir

    Pelaku perampokan toko emas di Ciputat, Kota Tangsel, Banten, pada 24 Februari 2012 beserta barang bukti perampokan ditunjukkan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/3). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada perbedaan keterangan antara Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Toni Harmanto dan juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengenai siapa perancang perampokan empat toko emas di Ciputat.

    Rikwanto sebelumnya menyatakan AS atau Anwar Saifudin sebagai pendesain perampokan yang menggasak sekitar 6 sampai 9 kilogram emas tersebut. "Pendesain ini yang bertugas mencari mana toko emas yang bisa dirampok," kata Rikwanto, Jumat, 2 Maret 2012.

    Anwar Saifudin merupakan pelaku terakhir yang ditangkap bersama barang bukti duit Rp 51,3 juta di dalam tasnya.

    Adapun Toni Harmanto menyatakan T atau Toni sebagai perancang. "Dia kami duga adalah orang yang bertugas mensurvei, membuat denah lokasi, dan mencari jalan masuk dan keluar ketika perampokan dilaksanakan," kata Toni melalui rilis tentang perampokan di Polda Metro Jaya, Jumat, 2 Maret 2012.

    Data Polda Metro Jaya menyebutkan Anwar Saifudin berperan sebagai perancang perampokan. Dan Toni sebagai penyedia rumah singgah setelah para perampok beraksi, yang berlokasi di Serang.

    Toni, salah seorang perampok, yang sempat diwawancarai sesaat sebelum digelandang kembali ke dalam sel, mengaku tak mengenal pelaku lainnya. "Mereka datang katanya untuk bersilaturahmi. Setelah menginap semalam, tiba-tiba mereka memberi saya uang Rp 10 juta," katanya.

    Menurut Toni Harmanto, keterangan pelaku sampai saat ini masih dalam penyelidikan. "Sementara masih seperti itu, karena baru beberapa hari diperiksa. Tapi penyelidikan masih bisa berkembang," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum tersebut.

    ELLIZA HAMZAH


    Berita Terkait
    Tersangka Perampokan Toko Emas Pegawai Honorer
    Kepolisian: Perampok di Ciputat Bukan Teroris

    Perampokan Toko Emas Direncanakan Sehari

    Pendukung John Kei Dikabarkan ke Jakarta, Priok Diperketat

    Dua Wanita PNS Lampung Terancam Hukuman Mati

    Hoax, Isu Kedatangan Kelompok Kei ke Jakarta

    Pegawai IPB Ditemukan Tewas di Sofa Kantornya

    Jahitan di Kaki John Kei Sudah Dilepas Setengah

    Dokter IGD yang Tangani John Kei Bungkam

    Demokrat dan PKS Cari Calon DKI 2




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.