Pencurian Marak, Pengunjung Pulau Seribu Resah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO , Jakarta-Pencurian di Kepulauan Seribu semakin marak. Korbannya para wisatawan. Pencuri mengincar barang elektronik milik pengunjung yang disimpan di penginapan. "Wisatawan sering mengeluh ada barang hilang," kata Amsir, Ketua Wisata Permukiman Kepulauan Seribu, Ahad 4 Maret 2012.

    Menurut Amsir, pencuri bekerja secara berkelompok dan biasanya beraksi pada dinihari, ketika para wisatawan sedang tidur. "Pelaku sepertinya sangat mengenal situasi tempat menginap," kata Amsir. Barang yang diincar adalah telepon genggam dan kamera digital. "Pelaku memanfaatkan kelalaian wisatawan yang lupa mengunci pintu atau jendela."

    Sekitar lima hari lalu, kata Amsir, ada pengunjung Pulau Tidung yang kehilangan telepon seluler BlackBerry miliknya. Penduduk Pulau Tidung curiga pelakunya adalah pemuda setempat bernama Deni. "Setelah diinterogasi, dia mengaku," kata Amsir. Deni ternyata berkomplot dengan tiga orang, yang salah satunya bernama Butong. "Kami sudah menyerahkan mereka ke polisi."

    Deni sehari-hari bekerja sebagai pemandu wisata. Dia sebelumnya pernah diusir dari Pulau Tidung karena tertangkap basah mencuri barang milik wisatawan. Namun, setelah beberapa lama menghilang, Deni kembali ke pulau itu. "Dia memang terkenal nakal," kata Amsir.

    Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Seribu Komisaris Besar Djuwito Purnomo mengatakan pihaknya justru belum menerima laporan ihwal kasus-kasus pencurian itu. Bahkan dia tidak tahu ada pelaku pencurian bernama Deni yang baru beberapa hari lalu diserahkan ke kantornya.

    Amsir khawatir maraknya pencurian itu bisa mengurangi minat wisatawan untuk datang ke Pulau Seribu. Padahal saat ini tren kunjungan wisata di tempat itu sedang meningkat. Jumlah pengunjung per hari mencapai ratusan orang. "Dua hari ini saja hampir menyentuh angka 1.000 orang," kata Amsir.

    Untuk mencegah aksi pencurian, kata Amsir, pihaknya sudah bertemu dengan pengurus lingkungan dan pemilik penginapan. Mereka setuju untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan wisatawan.

    Amsir juga meminta pemilik penginapan mempekerjakan pemuda setempat yang masih menganggur. Sebab, menurut Amsir, pemuda pengangguran berpotensi melakukan tindak kriminal. "Minimal bisa dijadikan tukang bersih-bersih atau penjaga penginapan."

    SYAILENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.