Perempuan 'Kill Bill' Jualan Sabu di Kampung Ambon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Penyerangan RSPAD, Irene Sophia Tupessy alias Reni dikawal sejumlah petugas kepolisian saat digiring di Polres, Jakarta Pusat, Minggu (4/3). ANTARA/Reno Esnir

    Tersangka Penyerangan RSPAD, Irene Sophia Tupessy alias Reni dikawal sejumlah petugas kepolisian saat digiring di Polres, Jakarta Pusat, Minggu (4/3). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Reserse Kriminal Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan bahwa Irene Tupessy adalah bandar narkotik. Hengki mengatakan Irene punya lapak jual sabu-sabu di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

    "Iya, dia jualan sabu," kata Hengki di kantor Kepolisian Resor Jakarta Pusat pada Minggu, 4 Maret 2012 malam.

    Irene adalah satu-satunya perempuan yang terlibat dalam kasus penyerangan berdarah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, peran Irene dalam penyerangan tersebut terkuak. Ia berperan mengumpulkan massa untuk menyerang kelompok Edi.

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol mengatakan bahwa kelompok Irene--yang dikomando oleh kakak kandung Irene, Edoard Tupessy-- dipesan oleh seorang bandar narkotik untuk menyerang kelompok Edi. "Nanti bayarannya berdasarkan persenan," kata Yoyol.

    Yoyol mengatakan Irene punya kekuatan untuk mengumpulkan massa sebanyak itu. Berbeda dengan Edoard. Yoyol mengatakan, Edoard tidak punya kekuatan untuk mengumpulkan massa. Oleh karena itu, ia mengandalkan Irene. "Irene menjalin hubungan emosional dengan orang-orang di kelompoknya," kata Yoyol.

    Pada Kamis, 23 Februari 2012 dini hari, berkat peran Irene, sekitar 40 orang terkumpul untuk melakukan penyerangan. Penyerangan tersebut terencana dan terorganisir. "Buktinya ada mobil khusus membawa senjata-senjata tajam," kata Yoyol.

    Irene ditangkap di daerah Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu, 4 Maret 2012 pagi. Ia digelandang ke ruang penyidikan Polres Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB. Ia datang mengenakan baju kaos coklat terang, berkulit coklat, dan berambut lurus. Ia juga membawa anak perempuannya. Tapi anaknya dinyatakan tidak terlibat penyerangan.

    Tak satupun pertanyaan yang diajukan wartawan dijawab oleh Irene. Berbeda dengan Edoard yang percaya diri menghadapi media. Dia terang-terangan membantah jika disebut memerintahkan penyerangan. "Sekarang zamannya damai. Perang-perangan hanya di Playstation," kata Edoard.

    Suami kedua Irene yang bernama Oncu juga dijadikan tersangka dalam kasus yang sama. Yoyol mengatakan bahwa Irena punya tujuh anak dari dua suami.

    ANANDA BADUDU

    Berita lain:
    'Kill Bill' Perempuan Penyerang di RSPAD Ditangkap
    Inikah 'Kill Bill', Perempuan Penyerang di RSPAD?
    Sosok Target Serangan di RSPAD Jadi Saksi
    Polisi Geledah Kampung Ambon Terkait Kasus RSPAD
    Tersangka Penyerangan di RSPAD Bertambah 2
    Perempuan Penyerang di RSPAD Adik Edo Kiting


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.