Hari Ini Polda Metro Jaya Jemput John Kei

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Kei, tahun 2004. Dok. TEMPO/Siswanto

    John Kei, tahun 2004. Dok. TEMPO/Siswanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan siang ini, Selasa, 6 Maret 2012, penyidik kepolisian mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjemput John Kei. "Menurut keterangan yang kami dapat kemarin, (John Kei) sudah bisa diambil," kata Rikwanto, Selasa, 6 Maret 2012. 

    John Kei dirawat di RS Polri karena kakinya ditembak polisi saat ia ditangkap. Ia juga memiliki kadar gula darah yang tinggi. Lebih dari dua pekan ia terbaring di rumah sakit tersebut dan belum siap diperiksa oleh penyidik.

    Jika sudah bisa dijemput, John Kei akan dibawa ke Polda Metro Jaya. "Selain kami lakukan pemeriksaan, dia juga kami tahan," ujar Rikwanto. Tapi Rikwanto tidak bisa memastikan waktu kedatangan John Kei ke Polda Metro Jaya.

    Selain belum dapat diperiksa, tutur Rikwanto, sampai kemarin pihak rumah sakit juga belum memberikan hasil cek urine dan darah pemuda dari Maluku tersebut. "Mudah-mudahan, setelah penyidik ke sana, kami juga mendapatkan tes urine dan darahnya," katanya.

    Hingga saat ini, polisi belum menemukan tujuh tersangka pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung. Tujuh tersangka masih buron. "Mereka berpindah-pindah. Tapi akan terus kami telusuri," ujarnya.

    John jadi incaran polisi sejak dia dan kelompoknya diduga terlibat dalam pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung. Sesaat sebelum dibunuh pada 26 Januari 2012 lalu, Ayung terdeteksi bercakap-cakap dengan John di kamar 2701 Swiss-Belhotel Jakarta. Kemudian datang belasan anak buah John dan setelah itu jasad Ayung ditemukan tewas penuh luka dan berlumur darah.



    ELLIZA HAMZAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.