Berbaju Koko, Sarung dan Peci, Santo Gantung Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Amr Nabil

    AP/Amr Nabil

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria bernama Santo Septi Maulid, 20 tahun, ditemukan gantung diri di rumahnya, Jalan Tegal Parang Utara Gang Bebeb 2, RT 6/RW 05, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. "Ditemukan pukul 11.00," kata Kanit Reskrim Kepolisian Sektor Mampang, Ajun Komisaris Nurdin Abdurahman ketika dihubungi, Selasa, 6 Maret 2012.

    Menurut Nurdin, sebelum gantung diri, Santo sempat berpamitan kepada Manto, ayahnya, kalau ia akan berpergian jauh pukul 08.00 pagi. Akhir-akhir ini, ujar Nurdin menirukan ungkapan Manto, Santo mengeluh sulit mencari pekerjaan. Biasanya, ia membantu bapaknya berjualan sayur keliling.

    Santo pertama kali ditemukan oleh temannya, Slamet. Ia gantung diri menggunakan nilon biru. Saat menemui ajal, ia memakai baju koko, sarung dan peci. Informasi yang didapat Tempo, Santo terbiasa melakukan salat Dhuha di pagi hari.

    Menurut Nurdin, Santo dipastikan gantung diri bukan karena kekerasan atau pembunuhan. "Sudah diotopsi di RS Fatmawati," ujar Nurdin. Saat ini, mayatnya dibawa ke Jawa Tengah untuk dimakamkan.

    SUNDARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.