Demo Indonesia tanpa Liberal, Bundaran HI Macet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Agung Pambudhy

    Tempo/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) menggelar demonstrasi Indonesia tanpa Liberal di Bunderan Hotel Indonesia, hari ini, 9 Maret 2012. Mereka memprotes rencana pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM).

    Aksi yang dilakukan pada Jumat, 9 Maret 2012, di Bundaran HI ini juga menolak paham liberal. Dalam aksinya mereka menilai liberalisme merusak sistem pemerintahan di Indonesia.

    Sekitar 700 pengunjuk rasa ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI menjadi padat merayap. Untuk mengawal jalannya aksi ini polisi menyiagakan sekitar 400 polisi dari Brigade Mobil Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat.

    Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Muhammad Guntur Romli mengatakan unjuk rasa organisasi kemasyarakatan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, hari ini, Jumat 9 Maret 2012, sebagai aksi yang menggelikan.

    “Mereka menyoroti Islam Liberal. Itu (liberal) kan cara pandang, mana mungkin dihilangkan,” katanya kepada Tempo. Menurut Guntur, apabila mereka ingin protes seharusnya dilihat dulu konteksnya. Ia meminta organisasi kemasyarakatan yang sering dirugikan pelaku unjuk rasa agar tak bereaksi.

    SYAILENDRA| SATWIKA MOVEMENTI

    Berita Terkait:
    DPR Desak Pemerintah Tegas pada Ormas Bermasalah
    Negara Tak Pernah Tegas terhadap Ormas Anarkistis
    MK Bisa Memutuskan Pembubaran Ormas
    Ansor dan Banser Desak FPI Dibubarkan
    Dipertimbangkan, Membubarkan Ormas Melalui Pengadilan
    Infografis: Sepak Terjang FPI
    FPI Anggap Media Pendorong Citra Negatif
    Aksi Anarkistis FPI Terjadi Lima Provinsi
    Foke Dukung Ormas Rusuh Ditindak
    FPI Unjuk Rasa di Depan Badan Narkotika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.