Modus Baru Ranjau Paku

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Subekti

    TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai cara dilakukan penyebar ranjau paku di jalanan untuk mendapatkan keuntungan. Mulai dari menggunakan potongan rangka payung sehingga roda mudah sobek hingga temuan terbaru Komunitas Sapu Bersih (Saber) Ranjau Paku, yaitu paku dibakar.

    Dalam operasinya kali ini di sepanjang Jalan Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, Saber menemukan 1 kilogram paku berwarna hitam pekat bekas dibakar. Menurut Wakil Ketua Komunitas Saber, Rohim, penebar ranjau paku membakar paku agar tersamarkan oleh aspal. "Dilihat sepintas seperti ceceran batu," kata Rohim, Kamis, 15 Maret 2012.

    Menurut Rohim, pengendara sepeda motor saat ini sudah lebih awas dalam berkendara sehingga para penebar ranjau paku membakar ranjau paku untuk mengelabui pengendara motor. "Tapi, meskipun dibakar, ini tidak menyulitkan kami," kata Rohim.

    Temuan ini merupakan hasil operasi selama satu jam dari pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di sepanjang Jalan Hasyim Ashari pada hari ini. "Tepatnya dari Jalan Layang Biak, Roxy, hingga lampu lalu lintas Biak." Menurut Rohim, rute ini termasuk titik paling rawan sehingga pengguna motor diminta berhati-hati.

    Saber juga berhasil mengumpulkan sekitar 1,5 kilogram paku di sekitar Istana Negara pada Rabu, 14 Maret 2012.

    SYAILENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.