Sikap Hendardji-Riza Hadapi Preman di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Hendardji Supandji (kiri) dan Riza Patria (kanan) melambaikan tangan ketika mendaftarkan dan menyerahkan dokumen untuk verifikasi di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Jakarta, Jumat (16/3). ANTARA/Yudhi Mahatma

    Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Hendardji Supandji (kiri) dan Riza Patria (kanan) melambaikan tangan ketika mendaftarkan dan menyerahkan dokumen untuk verifikasi di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Jakarta, Jumat (16/3). ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Hendardji Supandji, angkat bicara soal premanisme di Jakarta. Calon independen ini mengatakan masih banyak tindakan premanisme yang belum terungkap dan ditindak secara hukum. "Premanisme itu seperti teori gunung es," kata Hendardji di kantor Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Jumat, 16 Maret 2012.

    Menurut Hendardji, di atas permukaan, premanisme sedikit, tetapi di bawah permukaan masih banyak. "Yang di bawah permukaan pun harus digarap, jangan sampai muncul di permukaan lewat preemptive dan preventif," katanya.

    Preman-preman yang mengelola sebagian Kota Jakarta bila menyimpang dan melakukan pelanggaran hukum, dia menambahkan, harus ditindak dengan proses hukum.

    Apabila belum ada pelanggaran hukum, menurut Hendardji, bisa didekati dengan aspek kemanusiaan. "Tindakan represif itu dilakukan hanya kalau ada pelanggaran hukum," ujarnya.

    Hendardji Supandji maju pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 merangkul Riza Patria. Keduanya melakukan pendaftaran ulang di kantor KPU DKI, Jumat, 16 Maret 2012, dari jalur independen. Hasil tahap verifikasi faktual tahap satu, 205.218 dari 597.719 dukungan pada pasangan ini dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU DKI.

    Alhasil, mereka harus mengumpulkan tambahan dukungan sebanyak 14.839 agar mencapai jumlah dukungan minimum dan lolos karena syarat pencalonan sebanyak 407.340 dukungan.

    Hendardji-Riza harus menyerahkan tambahan dukungan pada 26 Maret-9 April. Pasangan independen hanya boleh menyerahkan tambahan dukungan maksimal dua kali jumlah kekurangan. Selanjutnya, proses verifikasi faktual tahap kedua akan dilakukan oleh KPU Provinsi dengan dibantu KPU Kota, Panitia Pemilihan Kecamatan, dan Panitia Pemungutan Suara pada 24 April-7 mei.

    RINA W | ANT

    Berita Terkait
    Calon Independen Optimistis Bersaing di DKI
    Koalisi Dukung Fauzi Tandingi Alex-Nono
    PKS Simpan Calon DKI-1 Hingga Detik Terakhir
    PDIP Masih Timbang Jokowi dan Adang di Pilkada DKI
    Alex-Nono Mendaftar Minggu
    Besok, Pasangan Hendardji-Ahmad ke KPU Provinsi
    Belum Ada Pasangan Menyusul Faisal-Biem


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.