Demokrat Akhirnya Usung Foke - Adang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fauzi Bowo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Fauzi Bowo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO,BOGOR- Partai Demokrat tak mau menunggu hari Senin 19 Maret 2012 untuk mengumumkan jagonya untuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengumumkan partainya akhirnya memutuskan mengusung calon incumbent Fauzi Bowo dengan Adang Ruchiatna.

    "Pengumuman resminya memang hari Senin 19 Maret 2012" kata Anas di sela Panen Raya di Desa Pancawati, Caringin, Bogor, Sabtu 17 Maret 2012. " Tadi malam saya berkomunikasi dengan Ketua Majelis Tinggi dan Majelis memutuskan mendukung Cagub Fauzi Bowo dan Cawagub Adang Ruchiatna"

    Menurut Anas, partainya memiliki mekanisme bahwa pasangan cagub dan cawagub diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai. Majelis itu dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina.

    Anas mengatakan, pertimbangan Demokrat memilih Fauzi lantaran hasil survei menunjukkan Fauzi Bowo, alias Foke, menempati posisi teratas untuk popularitas dan elektabilitas dibanding nama-nama calon lain. "Kalau angkanya stabil, kami yakin Foke akan terpilih untuk kali kedua," tandas dia.

    Lalu bagaimana dengan nasib Nachrowi Ramli, Ketua DPD PD DKI Jakarta, yang sebelumnya sempat disebut Anas sebagai cagub kuat dari partainya? "Saya sudah berkomunikasi dengan Nachrowi, dan dia menyatakan akan bekerja keras memenangkan calon yang didukung Partai Demokrat," jawab Anas. 

    WDA | ANT

    Berita Terkait
    Besok, PDIP Putuskan Calon DKI-1 
    Sikap Hendardji-Riza Hadapi Preman di Jakarta
    Demokrat dan PKS Usung Calon DKI-1 Senin 
    Protes Faisal-Biem ke KPU DKI Jakarta
    Jokowi: Ketimbang Jadi Wakil, Mending di Solo Saja
    Jelang Pendaftaran, Fauzi Bowo Panen Dukungan 
    PPP: Foke Gagal Pimpin Jakarta
    Hari Ini, KPU Umumkan Verifikasi Calon Independen  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.