Dijagokan Bareng Foke, Adang Kebingungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Adang Ruchiatna, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengaku bingung dengan kabar pemberitaan yang menyebutkan dirinya sebagai kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Fauzi Bowo. Keduanya disebut menjadi jago yang diusung Partai Demokrat dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012.

    "Tanya Pak Tjahjo (Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo,red) deh. Sampai saat ini belum ada penugasan" kata Adang ketika dihubungi Tempo, Sabtu 17 Maret 2012.

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, di sela kunjungan di Desa Pancawati, Bogor, Jawa Barat, mengatakan Partai Demokrat sepakat mengusung Fauzi Bowo - Adang Ruchiyatna sebagai bakal Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2012 .

    "Majelis Tinggi, kemarin malam, sudah memutuskan untuk mengusung Pak Fauzi Bowo sebagai calon gubernur, dan wakilnya adalah Pak Adang Ruchiatna," kata Anas.

    Anas optimistis Fauzi-Adang akan memenangi pilkada. Sebab berdasarkan hasil survei, tingkat keterpilihan Fauzi yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, masih cukup tinggi. Majelis Tinggi Partai Demokrat juga berpandangan bahwa Fauzi-Adang merupakan pasangan yang tepat, dan akan mampu melanjutkan pembangunan hingga lima tahun ke depan. (Baca:Demokrat Akhirnya Usung Foke - Adang  )

    Namun Adang sendiri mengaku kaget mendengar kabar itu. Ia meminta wartawan menanyakan lagi kepada Anas.  "Ya, kalau begitu tanya saja sama Anas. Saya enggak tahu," katanya.

    Sebaliknya, mantan Pangdam Udayana ini mengaku hanya taat kepada keputusan partainya. Ia hanya maju kalau partai menugasi dirinya. "Saya akan maju jika PDI Perjuangan memberikan penugasan" ujarnya. "Kalau enggak ada dari PDI Perjuangan, ya aku enggak mau,"

    Adang menegaskan, sebagai purnawirawan, ia termasuk orang yang taat kepada putusan. "Putusan itu dalam hal ini adalah Ketua Umum saya" ujarnya. "Sampai sekarang Ketua Umum belum pernah memberikan instruksi ke saya apa pun, termasuk soal menjadi wakil gubernur,"

    WDA | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

    Berita Terkait
    Demokrat Akhirnya Usung Foke - Adang 
    Besok, PDIP Putuskan Calon DKI-1 
    Sikap Hendardji-Riza Hadapi Preman di Jakarta
    Demokrat dan PKS Usung Calon DKI-1 Senin 
    Protes Faisal-Biem ke KPU DKI Jakarta
    Jokowi: Ketimbang Jadi Wakil, Mending di Solo Saja
    Jelang Pendaftaran, Fauzi Bowo Panen Dukungan 
    PPP: Foke Gagal Pimpin Jakarta
    Hari Ini, KPU Umumkan Verifikasi Calon Independen 
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.