Faisal-Biem Bisa Jadi Kuda Hitam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Faisal Basri dan Biem Benyamin, menjadi kotestan pertama yang mendaftarkan dirinya di KPUD DKI Jakarta, Selasa (13/3). TEMPO/Tony Hartawan

    Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Faisal Basri dan Biem Benyamin, menjadi kotestan pertama yang mendaftarkan dirinya di KPUD DKI Jakarta, Selasa (13/3). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Jakarta: - Pengamat dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, memperkirakan pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin berpeluang menjadi kuda hitam dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, yang akan digelar Juli 2012. "Kans mereka (menjadi kuda hitam) besar," kata Yunarto di Jakarta, Sabtu 17 Maret 2012.

    Faisal Basri-Biem Benyamin maju dari jalur independen. Menurut Yunarto, mereka pasangan alternatif yang bisa menjawab ketidakpuasan masyarakat terhadap kandidat yang sekarang sedang menjabat. "Apalagi jika mereka bisa masuk ke putaran kedua."

    Yunarto juga menilai pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono akan menjadi lawan tangguh bagi yang lain. Kelebihan Alex adalah dukungan kuat dari Partai Golkar. Sedangkan Nono unggul lantaran citra positif sebagai jenderal Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. "Selain Ali Sadikin (almarhum, bekas Gubernur DKI Jakarta), Nono adalah marinir yang image-nya baik. Dan itu berpeluang disukai warga Jakarta."

    Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, punya pendapat lain. Menurut dia, peluang Alex-Nono justru kecil karena Alex orang baru di Jakarta. Gubernur Sumatera Selatan itu juga disebut-sebut terlibat kasus korupsi Wisma Atlet. Adapun Nono, yang didorong oleh Partai Persatuan Pembangunan, tidak mendapat dukungan penuh kalangan internal Partai Kakbah itu. "Keduanya sulit membuat kejutan."

    Sementara itu, Partai Demokrat optimistis bahwa calon yang mereka usung, yakni Fauzi Bowo-Adang Ruchiatna, bakal menang. Wakil Ketua Partai Demokrat Max Sopacua menyatakan meski Adang berstatus kader partai oposisi, hal itu tidak jadi soal. Masyarakat akan melihat Fauzi-Adang sebagai paket pasangan.

    Optimisme juga ditunjukkan Golkar. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Harry Azhar Azis menyatakan mereka akan mencuri suara dari swing voters (pemilik suara yang belum memutuskan dukungan). “Daerah yang loyal kepada Foke akan kami lepas. Kami fokus pada daerah yang tinggi swing voters-nya,” kata Harry.

    Ia menyatakan dukungan kepada Foke akan berkurang menjelang pemilu karena sebagian besar pendukungnya adalah swing voter. "Para pemilih ini kecewa terhadap janji Gubernur Fauzi yang tidak terwujud."

    Pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta akan ditutup Senin besok. Dua pasangan sudah mendaftar, yakni Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria. Kedua pasangan tersebut berangkat dari jalur independen.

    Adapun Partai Keadilan Sejahtera belum mengumumkan kandidatnya. Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Jumat lalu, mengatakan akan mengumumkan calonnya Senin besok.

    ISMA SAVITRI | FRANSISCO ROSARIANS | SUNUDYANTORO

    Berita terkait
    Koalisi Dukung Fauzi Tandingi Alex-Nono
    PDIP Masih Timbang Jokowi dan Adang di Pilkada DKI
    Alex-Nono Mendaftar Minggu
    Besok, Pasangan Hendardji-Ahmad ke KPU Provinsi
    Calon Independen Optimistis Bersaing di DKI
    PKS Simpan Calon DKI-1 Hingga Detik Terakhir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.