Peluru di Dada Kamerawan TVRI Sudah Diangkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sanak keluarga dan kerabat  kameramen TVRI almarhum Djuli Elfano atau Jule, berdoa dan menaburkan bunga ketika berlangsungnya pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (18/3). ANTARA/Saptono

    Sanak keluarga dan kerabat kameramen TVRI almarhum Djuli Elfano atau Jule, berdoa dan menaburkan bunga ketika berlangsungnya pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (18/3). ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan peluru yang mengenai kamerawan senior TVRI Djuli Elfano menembus rusuk bawah ketiak kiri dan bersarang di dalam dada. Djuli tewas oleh terjangan peluru dari dua pencuri sepeda motor tersebut.

    “Sekarang pelurunya sudah diangkat,” kata Rikwanto di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ahad 18 Maret 2012. Polisi menduga pistol yang digunakan pelaku adalah pistol laras pendek jenis revolver. “Sebab kalau jenis FN biasanya ada selongsongnya tertinggal," kata Rikwanto. "Ini tidak ada.”

    Polisi akan menganalisis lebih lanjut proyektil yang baru diangkat dari badan Djuli.

    Kejadian nahas menimpa Djuli sekitar pukul 13.30, Sabtu 17 Maret 2012. Kala itu dia memergoki dua orang tengah mencoba membawa kabur sepeda motor yang terparkir di halaman rumah. Sontak ia meneriaki mereka yang hendak mengambil motornya itu. Teriakannya disusul tembakan pelaku. Djuli tewas Djuli seketika. Peristiwa itu terjadi di depan rumah Djuli di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

    ANANDA BADUDU

    Berita Terkait
    Kamerawan TVRI Djuli Elfano di Mata Rekannya

    Anak Djuli Elfano: Ayah Tak Punya Musuh

    Kala Umrah, Djuli Elfano Beli Kain Kafan

    Djuli Elfano, Kamerawan TVRI, Dimakamkan Hari Ini

    Proyektil Peluru Seukuran Kelingking Orang Dewasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.