KPA Optimistis Bisa Normalkan Bocah Perokok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arist Merdeka Sirait. dok TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Arist Merdeka Sirait. dok TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait optimistis bocah yang kecanduan rokok, Ilham Hadi, 8 tahun, dapat disembuhkan. Selama sebulan, dia memasuki masa prakondisi. Lima bulan selanjutnya, dia akan kembali ke rumah dengan situasi yang lebih kondusif. "Pengalaman kami dengan balita dari Palembang, dalam satu bulan bisa kembali normal," kata Arist di kantornya hari ini, 19 Maret 2012.

    Begitu pula dengan Kepala Dinas Kesehatan Sukabumi Adrialti Syamsul. "Kami lihat dulu perjalanan satu bulan ini. Kami tidak akan biarkan kalau belum selesai. Akan kami lanjutkan."

    Ilham harus dibawa ke Ibu Kota karena Sukabumi tidak punya psikolog dan psikiater untuk memberikan terapi kecanduan rokok anak. "Kami hanya punya dokter spesialis anak. Ke depannya, akan kami tempatkan dokter-dokter untuk psikologis anak," kata Adrialti.

    Umar, ayah Ilham, berkisah, anaknya sudah mulai merokok sejak usia 4 tahun. Berawal dari ketika Ilham berangkat ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), ia malah mampir ke warung. Kepada pemilik warung, dia minta sebungkus rokok dan segelas kopi. Pemilik warung mulanya tidak memberi, tapi Ilham memaksa. "Pemilik warung tidak memberi tahu kami juga."

    Kecanduan Ilham tergolong berat. "Ilham sudah masuk kategori kecanduan luar biasa. Setiap lima menit, dia minta rokok," kata Arist.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.