Dinihari, Senjata Api itu Menyalak di Minimarket

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO ,:-Perampokan terhadap minimarket di Depok biasanya terjadi pada dinihari atau menjelang subuh. Datang dengan mengendarai mobil dan berbekal senjata api, pelaku menguras uang puluhan juta rupiah dari brankas. Beberapa dari mereka membawa kabur pula rokok dan susu kaleng. "Tolong polisi menindaklanjuti asal senjata api para perampok tersebut," kata Handi Setiawan, yang mengelola minimarket di Jalan Margonda Raya III, mengungkapkan keresahannya, kemarin.

    Berikut ini beberapa kejadian perampokan minimarket di Depok.

    -24 Juli 2010
    Minimarket di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas
    Pelaku datang dengan mengendarai mobil sedan pada dinihari. Mereka menodongkan pistol ke kasir dan seorang penjaga toko. Uang dan barang diambil.

    -18 Desember 2011
    Minimarket Indomaret di Jalan Raya Bogor KM 35, Cimanggis
    Pelaku berjumlah 10 orang datang dengan mengendarai mobil Toyota Avanza sekitar pukul 03.00. Mereka mengancam dua pegawai minimarket dengan senjata api serta golok dan samurai. Uang Rp 17 juta dibawa kabur.

    -18 Februari 2012
    Minimarket Indomaret di Jalan Raya Sawangan
    Pelaku diperkirakan berjumlah enam orang dan mengenakan topeng. Mereka datang dengan mengendarai mobil Toyota Avanza sekitar pukul 04.30. Berbekal senjata tajam, pelaku menguras isi brankas sebesar Rp 52 juta serta menggondol rokok, susu kaleng, kosmetik, dan perekam kamera CCTV.

    -15 Maret 2012
    Minimarket Alfamart di Jalan Nusantara, Pancoran Mas
    Pelaku terdiri atas tiga orang yang datang mengendarai mobil Toyota Kijang sekitar pukul 05.00. Mereka menodong kasir dengan menggunakan senjata api dan sebilah senjata tajam. Uang Rp 36 juta amblas.


    L ILHAM TIRTA | PDAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.