Tomcat Mulai Serang Permukiman Padat Tangerang Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa mencermati foto serangga jenis kumbang 'TomCat' (Paederus fuscipes) pada , saat penjelasan tentang serangga 'TomCat' oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya, di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Kamis (22/3). ANTARA/Eric Ireng

    Sejumlah siswa mencermati foto serangga jenis kumbang 'TomCat' (Paederus fuscipes) pada , saat penjelasan tentang serangga 'TomCat' oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya, di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Kamis (22/3). ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO , Jakarta:- Dinas Kesehatan Tangerang Selatan bersiap menyisir tomcat (Paederus fuscipes) di kawasan-kawasan padat penduduk. Aksi ini dibuat setelah ada laporan dan keresahan warga di kota itu.

    “Target utama kami adalah untuk mengantisipasi kemungkinan mewabahnya tomcat di wilayah kami,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, Dadang, Jumat, 23 Maret 2012.

    Dadang mengatakan Tomcat tidak mematikan. Sebaliknya, kumbang jelajah itu membantu para petani di sawah karena menjadi predator hama. ”Munculnya tomcat mungkin disebabkan oleh ekosistem alam yang rapuh akibat perubahan iklim ekstrem atau pemanasan global, sehingga mengganggu keseimbangan alam,” katanya.

    Namun sejumlah orang mengaku menjadi korban Tomcat, di antaranya Chintia, 28 tahun. Warga Kecamatan Serpong itu mengaku menemukan kumbang tersebut di dalam gelas di meja makan di rumahnya.

    "Setelah saya perhatikan dengan kaca pembesar, barulah saya yakin serangga itu adalah tomcat yang saat ini ramai diberitakan media massa," ujarnya, Kamis lalu.

    Pemantauan atas kemungkinan tomcat melompat dari area persawahan ke permukiman penduduk juga dilakukan di Jakarta. Di sini 13 petugas pengendali organisme tanaman diturunkan secara khusus ke tiap kecamatan. “Populasi tomcat terus dipantau, terutama di lokasi sekitar sawah,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ipih Ruyani, Jumat 23 Maret 2012.

    Namun guru besar entomologi Institut Pertanian Bogor, Profesor Aunu Rauf, mengatakan kasus petani terkena tomcat sebenarnya sudah sering terjadi. Hanya tidak seramai ketika kasus di Surabaya meledak. ”Karena habitatnya memang di sawah,” katanya.

    JONIANSYAH | PINGIT ARIA | ARIHTA U SURBAKTI

    Berita terkait
    Tomcat Serang Staf SBY
    Racun Tomcat Diuji pada Tikus dan Kelinci Gundul
    Racun Tomcat Diuji pada Tikus dan Kelinci Gundul
    Pamekasan Sebar Obat Tomcat
    Tomcat itu Tak Menyerang Jika Tak Diganggu
    Serangga Tomcat Menyebar hingga Pasuruan
    Obat Nyamuk Bisa Dipakai Berlindung dari Serangan Tomcat
    Tomcat itu Tak Menyerang Jika Tak Diganggu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.