Cara Polisi Agar Tragedi Mei 98 Tak Terulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa dari Gerakan Mahasiswa Bersatu melakukan unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (22/3). Pada unjuk rasa tersebut mereka mununtut tolak demokrasi liberal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah massa dari Gerakan Mahasiswa Bersatu melakukan unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (22/3). Pada unjuk rasa tersebut mereka mununtut tolak demokrasi liberal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto meminta rakyat dan aktivis jangan terlalu mengkhawatirkan kemungkinan terulangnya tragedi Mei 1998 dalam demonstrasi anti-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) besok, 27 Maret 2012. Polisi pun tidak ingin tragedi itu berulang sehingga mereka akan berupaya mencegahnya.

    “Kita terus melakukan koordinasi dengan koordinator demo untuk memastikan demo besok tidak ricuh,” ujar Rikwanto kepada Tempo, Senin, 26 Maret 2012.

    Menurut Rikwanto, polisi dan tentara pun tidak ingin membatasi unjuk rasa besok. Rikwanto mengatakan sudah hak rakyat untuk mengekspresikan pendapatnya soal isu tertentu. "Namun, tolong, lakukan dengan baik dan jangan sampai ricuh," katanya.

    Sejumlah pengamat dan lembaga swadaya masyarakat khawatir keterlibatan TNI akan membuat tragedi Mei 1998 terulang. Komunitas Kedai Kopi Bhinneka, misalnya, mengkhawatirkan TNI bertindak dengan asumsi bahwa demo mengganggu kestabilan negara.

    Namun, selain yang khawatir, ada juga yang menanggapi keterlibatan TNI dengan kepala dingin. Pengamat intelijen Wawan H. Purwanto menyatakan keterlibatan TNI dalam mengatur demo atau unjuk rasa adalah hal biasa dan sudah sering dilakukan.

    "Hal ini sesuai Undang-Undang TNI, jadi sah-sah saja. Konteksnya dalam bentuk BKO (Bawah Komando Operasi) polisi dan stand by power," ujar Wawan pekan lalu.

    Pada 12 Mei 1998, terjadi penembakan terhadap mahasiswa Universitas Trisakti yang tengah berunjuk rasa. Akibatnya, empat mahasiswa Trisakti tewas. Tragedi itu memicu kerusuhan massal.

    ISTMAN MP

    Berita Terkait
    Dua Opsi Kenaikan Harga BBM Diputuskan Sore Ini

    Demokrat Ancam Depak PKS dari Koalisi

    Wakil Wali Kota Surabaya Akan Pimpin Demo Tolak Kenaikan BBM

    Rute Indra Azwan Menuju Mekah

    PDI Perjuangan Tetap Tolak Harga BBM Naik

    Besok, Indra Azwan Menuju Mekah

    Badan Anggaran Tak Akan Voting Soal BBM

    Serangan Tomcat Bukan Wabah Nasional

    BBM Naik, Perempuan yang Pusing

    Demokrat Minta Kenaikan BBM Tak Dipolitisir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.