Pesan Saru Si Pendakwah, Hasan Assegaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HABIB DIPERIKSA - Pimpinan Majelis Taklim Nurul Musthofa, Hasan bin Ja'far Assegaf setelah memenuhi panggilan penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/3). Habib Hasan bin Ja'far Assegaf memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya atas laporan pelecehan 11 orang remaja dalam pengobatan alternatif yang dilakukannya beberapa tahun silam. Tempo/Aditia Noviansyah

    HABIB DIPERIKSA - Pimpinan Majelis Taklim Nurul Musthofa, Hasan bin Ja'far Assegaf setelah memenuhi panggilan penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/3). Habib Hasan bin Ja'far Assegaf memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya atas laporan pelecehan 11 orang remaja dalam pengobatan alternatif yang dilakukannya beberapa tahun silam. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menggenggam telepon seluler, remaja 17 tahun itu duduk di ruang tamu rumahnya di Jalan Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan. Ia tengah bermain game. Bunyi derum mobil yang keluar dari game di teleponnya memecah keheningan rumah tersebut. Dari dapur, Ida Nurul sesekali keluar melongok anak tunggalnya, Fadli--bukan nama sebenarnya--yang asyik memencet-mencet teleponnya.

    Perempuan berkerudung itu memang waswas atas kondisi anaknya. Kepada Tempo Ida mengaku, ia dan suaminya merasa anaknya tersebut masih terguncang. Beberapa bulan lalu anak mereka yang pendiam itu membuat pengakuan yang mengagetkan. Sejak kelas dua SMP hingga kelas satu SMA ia mengaku mendapat pelecehan seksual dari Hasan Assegaf.

    Fadli kini duduk di kelas tiga SMA. Hasan, 33 tahun, yang kini dikenal sebagai pemimpin Majelis Taklim Nurul Musthofa, bukan orang asing bagi Ida. "Dia itu sudah seperti anak bagi kami," ujar perempuan 45-an tahun ini tentang sosok pria yang populer dengan sebutan "Habib Hasan" itu.

    Di rumah Ida itulah Hasan memulai kariernya sebagai pendakwah. Menurut Ida, pada 1999 orang tua Hasan, Jafar Assegaf, yang tinggal di Bogor, menitipkan Hasan kepada suaminya. Di rumah Ida, Hasan, yang saat itu berusia 20 tahun, menempati kamar depan. Lewat promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan Ida dan suaminya, Hasan mulai memiliki murid mengaji.

    Di rumahnya pula Ida kerap menggelar pengajian khusus perempuan dengan maksud agar Hasan bisa mengasah kemampuannya berdakwah. Hasan tinggal bersama Ida hingga 2003. "Selama itu semua biaya hidupnya saya dan suami yang menanggung," kata Ida.

    Sekarang, di rumahnya itu pula, Ida dan suaminya bertekad membalas kebejatan Hasan terhadap Fadli, yang sudah menganggapnya sebagai paman. Sejak awal tahun lalu pasangan suami-istri itu menjadikan rumahnya sebagai posko pengaduan korban pelecehan yang diduga dilakukan oleh Hasan. Lima belas remaja yang mengaku sebagai korban kerap berkumpul di sana bersama orang tua masing-masing. Di sana mereka berbagi cerita. "Agar tak rendah diri karena menjadi korban," kata Ida.

    Kasus pelecehan yang dialami Fadli dan sejumlah remaja lainnya itu sudah dilaporkan ke polisi pada 26 Desember 2011. Merasa tak mendapat respons, para orang tua korban membawa kasus ini ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Di sana, Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait membeberkan peristiwa itu ke media massa.

    Bagaimana korban mengisahkan pelecehan seksual oleh Hasan? Selengkapnya baca di Majalah Tempo.

    MUSTAFA SILALAHI | NININ DAMAYANTI

    Berita lain:
    Pemeriksaan Hasan Belum Sampai ke Bukti Pencabulan

    Polisi Kembali Periksa Pimpinan Nurul Mustofa
    Polisi Periksa Habib Hasan Enam Jam
    Sedang Dakwah, Habib H Urung Diperiksa
    FPI Pernah Jadi Mediator Korban Pencabulan
    Korban Habib H Menjalani Pemeriksaan Psikologis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.