Jakarta Siaga I, Hari Ini Demo Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjukrasa melempar batu ke arah polisi saat unjukrasa di depan Bandara Polonia Medan, Sumut, Senin (26/3). Ribuan pengunjukrasa dari berbagai elemen mahasiswa, buruh dan petani tersebut mengepung dan berusaha masuk ke bandara Polonia Medan sebagai bentuk protes kebijakan pemerintah atas rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). ANTARA/Septianda Perdana

    Sejumlah pengunjukrasa melempar batu ke arah polisi saat unjukrasa di depan Bandara Polonia Medan, Sumut, Senin (26/3). Ribuan pengunjukrasa dari berbagai elemen mahasiswa, buruh dan petani tersebut mengepung dan berusaha masuk ke bandara Polonia Medan sebagai bentuk protes kebijakan pemerintah atas rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO , Jakarta:- Hari ini Jakarta bakal dilanda demonstrasi besar-besaran menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. Dibantu aparat Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian RI mencurahkan kekuatannya untuk mengantisipasi aksi supaya tidak terjadi anarki. Sejumlah obyek vital nasional menjadi titik perhatian pengamanan.

    Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menyatakan semua personel sudah siaga menghadapi demonstran. "Sudah dipastikan, terhitung hari ini (kemarin) seluruh personel Polda Metro Jaya memasuki status siaga 1," ujarnya kemarin.

    Rikwanto menyebutkan setidaknya 22.458 personel disiapkan menghadapi pengunjuk rasa, yang diperkirakan mencapai ribuan orang. Lokasi berkumpulnya massa diperkirakan di sekitar Tugu Monas, di depan Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia, dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat.

    Aksi menolak rencana kenaikan harga Premium dan solar dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter itu disinyalir juga bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lantaran itu, kepolisian meminta bantuan TNI. "Aparat TNI dilibatkan untuk mengantisipasi massa jika jumlahnya besar," kata juru bicara Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution.

    Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menjelaskan pengamanan dilipatgandakan karena ada potensi kerusuhan. "Beberapa aksi di daerah sudah rusuh," katanya saat dihubungi Tempo. Menurut dia, aparat tidak ingin kecolongan ketika kekacauan pecah.

    Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Usman Hamid, menilai kekhawatiran pemerintah dan aparat keamanan tidak beralasan dan berlebihan. "Sampai saat ini demo cenderung damai," katanya.

    TRI SUHARMAN | ATMI PERTIWI | ISTMAN MP | SYAILENDRA | SUNUDYANTORO


    Berita Terkait
    Dua Sisi Megawati Soal Harga BBM

    Prabowo Danai seluruh Biaya Pencalonan Jokowi-Ahok

    Para Bandar Calon DKI-1

    Kursi Favorit Jokowi di Pesawat

    Tak Setuju dengan Foke, Megawati Kabur ke Bali

    Pertemuan Bakda Asar Prabowo-Megawati

    Harga Kemeja Kotak-kotak Jokowi

    Ahok: Saya Tak Punya Duit

    Rumah Rieke Dyah Pitaloka Dilempari Bangkai Anjing 

    Demokrat Ancam Depak PKS dari Koalisi  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.