Kisah Empat Mahasiswa Pendemo Babak Belur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak empat dari 34 mahasiswa pendemo yang ditahan Polda Metro Jaya Selasa 27 Maret 2012 dalam kondisi babak belur. Mereka mengaku korban pemukulan anggota polisi tanpa sebab.

    Seorang mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) bernama Marinus Worobai mengatakan kalau ia bersama rekan-rekannya sedang melakukan long march menuju Istana Negara ketika tiba-tiba dihadang dan dipukul. “Mau gimana lagi, kami tidak bisa melawan," ujarnya.

    Tempo menemui Marinus di dalam mobil ambulans Polda. Dia terus mengaduh dan menahan perih ketika tim medis membersihkan lukanya di bagian pelipis dan sekitar mata.

    Mariono, juga dari UBK, mengalami luka di bagian wajah. Selain itu kakinya pun terpincang-pincang saat berjalan menuju ruang pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Mahasiswa pendemo yang juga terluka adalah Hafiz dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Menurut Hafiz, polisi menangkapnya di rumah makan di  sekitar Gambir. “Saya sedang numpang nge-charge handphone tiba-tiba ditangkap,” katanya.

    Satu lagi mahasiswa yang babak belur tidak bersedia menyebutkan nama dan asalnya. Ia mengalami lebam di bagian wajah.

    Polisi menahan 34 mahasiswa peserta aksi unjuk rasa sepanjang hari ini di Polda Metro Jaya. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda, Komisaris Besar Toni Hermanto, seluruh mahasiswa masih akan menjalani pemeriksaan. “Nanti akan kami seleksi siapa saja yang akan dibebaskan atau ditahan,” ujarnya.

    SATWIKA MOVEMENTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.