Buruh Tangerang Akan Blokir Pintu Belakang Bandara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh berunjuk rasa menentang kenaikan BBM di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/3). Unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah di Bandung berlangsung tertib tanpa ada kerusuhan. TEMPO/Prima Mulia.

    Buruh berunjuk rasa menentang kenaikan BBM di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/3). Unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah di Bandung berlangsung tertib tanpa ada kerusuhan. TEMPO/Prima Mulia.

    TEMPO.CO, Tangerang - Sebanyak 1500 buruh dari berbagai aliansi dan serikat pekerja di Tangerang berencana memblokir pintu belakang (M1) Bandara Soekarno Hatta, Kamis, 29 Maret 2011 pagi ini. Titik kumpul massa yang merupakan bagian dari aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak ini akan bergerak dari Pasar Baru Tangerang menuju Jalan Daan Mogot hingga pintu M1 Bandara.

    ”Pintu M1 akan kami blokir,” ujar perwakilan aksi Serikat Buruh Serikat Pekerja Tangerang Raya, Unang Sunarno, pagi ini.

    Unang mengatakan, pihaknya sengaja memilih M1 sebagai lokasi menyampaikan aksi dalam menolak kenaikan harga BBM karena bandara merupakan tempat umum dan sangat strategis dalam menyampaikan aspirasi.” Intinya aksi dan aspirasi kami ini didengar pemerintah,”katanya.

    Selain itu, kata Unang, titik konsentrasi ribuan buruh ke pintu M1 Bandara pagi ini karena ada perubahan jadwal sidang Paripurna DPR RI yang semula hari ini menjadi besok.” Awalnya kami ingin bergerak ke DPR. Tetapi karena ada perubahan rapat paripurna, aksi kami alihkan ke pintu M1,” kata dia.

    Menurut Unang, ribuan buruh yang turun ke jalan hari ini merupakan gabungan dari seluruh buruh di Kota dan Kabupaten Tangerang. Para aliansi dan serikat buruh se-Tangerang Raya ini, kata dia, juga mewakili kawasan industri di wilayah timur Tangerang, seperti kawasan industri Batu Ceper dan Cengkareng, kawasan industri selatan wilayah Karawaci, kawasan industri barat Jakate, Jatiuwung, dan kawasan industri utara meliputi Pasar Baru dan Sangiang.

    Aliansi buruh se-Tangerang Raya, kata Unang, menuntut agar pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga BBM per 1 April mendatang. Kenaikan harga BBM, menurut Unang, akan berdampak pada kenaikan harga semua lini.” Dan untuk kehidupan para buruh akan semakin sulit,”katanya. Sebab, kata Unang, kenaikan upah 2012 saja mereka belum menikmati dan sekarang sudah digempur dengan naiknya BBM.

    JONIANSYAH

    Berita terkait
    Polisi Siaga Demo BBM hingga 5 April  
    Polisi Bantah Cegat Ambulans PMI yang Bawa Korban 
    Ambulans PMI Distop Polisi Saat Angkut Korban Demo  
    Kata Dahlan, Jangan Emosional Tanggapi BBM Naik
    Demokrat: PDIP Bermain Politik di Luar DPR
    Manuver PDIP, Gerindra dan Hanura Saat Bahas BBM
    Kepastian Harga BBM Naik Menunggu Jumat
    Kepala Daerah Ikut Demo BBM Dinilai Langgar Sumpah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.