Gas Air Mata Berhamburan, Pendemo di DPR Buyar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa saat terjadi unjuk rasa dalam menolak kenaikan harga BBM di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, di Semarang, Jateng, Jumat (30/3).FOTO ANTARA.R. Rekotomo

    Polisi menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa saat terjadi unjuk rasa dalam menolak kenaikan harga BBM di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, di Semarang, Jateng, Jumat (30/3).FOTO ANTARA.R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta--Ribuan demonstran yang berunjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat berhamburan ketika aparat polisi yang bertugas menghujani gas air mata dengan water canon. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.15 WIB.

    Serangan air mata yang bertubi-tubi membuat pengunjuk rasa yang sejak siang hari demonstrasi di depan gedung DPR bubar. Meski demikian, massa demonstran berusaha merangsek ke dalam.

    Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab berusaha bernegosiasi dengan demonstran. Namun, negosiasi tak berjalan mulus.

    Untuk memukul mundur demonstran sekitat pukul 19. 30 kepolisian meluncurkan 3 barakuda yang dipersenjatai petasan dan water canon. Massa yang berkumpul berlarian dan berhanburan. Belum diketahui ada tidaknya korban luka.

    Hingga saat ini, massa masih tetap berada di lingkungan DPR. Sementara, polisi terus bersiaga menjaga lingkungan gedung DPR.

    Sidang Paripurna yang membahas soal kenaikan harga BBM masih diskors untuk lobi partai. Skors yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB sampai saat ini belum kembali digelar. Menurut rencana, sidang paripurna baru akan dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB.

    ANANDA PUTRI | RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.