Ricuh Demo BBM, Jalan Tol dalam Kota Masih Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penutupan jalan tol dalam kota ini terkait adanya pemblokiran jalan oleh pengunjukrasa yang melakukan aksi tolak kenaikan harga BBM didepan gedung MPR/DPR, Jumat (30/3) Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Penutupan jalan tol dalam kota ini terkait adanya pemblokiran jalan oleh pengunjukrasa yang melakukan aksi tolak kenaikan harga BBM didepan gedung MPR/DPR, Jumat (30/3) Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Kericuhan yang terjadi di sekitar Gedung DPR membuat Jasa Marga menutup sementara jalan tol Dalam Kota. Menurut seorang petugas Jasa Marga, pihak pengelola jalan tol itu telah menutup pintu tol mulai dari Cawang hingga Cengkareng atau Muara Angke sejak pukul 19.30 WIB. "Untuk sementara ditutup sampai kondisi sudah kondusif," kata petugas Jasa Marga yang mengaku bernama Agus, Jumat, 30 Maret 2012.

    Menurut Agus, penutupan jalan tol itu dilakukan atas instruksi dari pihak kepolisian. Hal itu dilakukan agar menghindari pengguna jalan tol terjebak dalam kericuhan tersebut. "Nanti setelah polisi bilang sudah aman baru dibuka kembali," kata Agus.

    Polisi sendiri hingga kini masih mencoba mengontrol massa yang terus melawan. Meski kondisi massa yang di sekitar Hotel Sultan sudah bisa dikendalikan, massa di daerah jembatan Palmerah terus melawan.

    Hingga pukul 21.00 WIB aparat kepolisian setidaknya telah menangkap 21 orang yang diduga terlibah dalam kericuhan tersebut, termasuk seorang perempuan. Dua diantaranya merupakan siswa SMA yang masih berseragam sekolah.

    Hingga kini, lobi antar fraksi di DPR masih terus berlangsung. Hal membuat Ketua DPR Marzuki Alie belum mencabut skors yang telah berlangsung sejak pukul 16.00 WIB.

    DIMAS SIREGAR | AYU PRIMA SANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.