Pengamanan DKI Normal Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa saat terjadi unjuk rasa dalam menolak kenaikan harga BBM di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, di Semarang, Jateng, Jumat (30/3).FOTO ANTARA.R. Rekotomo

    Polisi menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa saat terjadi unjuk rasa dalam menolak kenaikan harga BBM di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, di Semarang, Jateng, Jumat (30/3).FOTO ANTARA.R. Rekotomo

    TEMPO.CO , Jakarta:Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mengendurkan tingkat pengamanan setelah aksi demonstrasi menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. Seperti diketahui, 14 ribu personel, dibantu 8.000 anggota TNI, bersiaga penuh sejak Selasa lalu.

    "Jumlah personel keamanan kami kurangi terhitung hari ini," kata Kepada Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Ahad 1 April 2012 kemarin.

    Pengurangan itu di antaranya dilakukan di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar umum. Sebelumnya, setiap SPBU bisa dikawal hingga 15 personel. Polisi ditarik seluruhnya dan pengamanan dikembalikan lewat patroli keliling.

    "Situasi sudah kondusif, tidak ada lagi SPBU yang dijaga langsung," ujar Rikwanto, sambil menambahkan, "para kapolres sudah diperintahkan untuk memberikan waktu istirahat kepada anggotanya."

    Pengenduran kesiagaan juga tampak di depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara. Semula depo itu dijaga 353 personel, kemarin sudah dikurangi menjadi 270-an. Demikian pula dengan depo di Tanjung Priok ataupun pembangkit listrik di Muara Karang, Penjaringan. "Jumlah personel dikurangi lantaran situasi mulai kondusif," kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Hapsoro kemarin.

    Pertamina juga telah mengembalikan waktu distribusi BBM ke SPBU ke jadwal normal, yakni dilakukan siang hari. "Pekan lalu jadwal sempat dipindah menjadi malam hari, di atas pukul 00.00 dengan pertimbangan keamanan."

    Mengenai antisipasi enam bulan mendatang apabila harga BBM jadi dinaikkan, sesuai dengan hasil rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat, Sabtu dinihari lalu, Rikwanto mengatakan Polda akan tetap siaga. Jumlah personel yang sama bisa saja dikerahkan kembali. "Itu urusannya dengan eskalasi, tinggal disesuaikan dengan potensi unjuk rasa sebelumnya," ujarnya.

    Sementara itu, di luar Jakarta, bentrok antara aparat kepolisian dan massa mahasiswa terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur, sepanjang Sabtu lalu. Mahasiswa menuntut lima rekan mereka yang ditangkap dalam aksi sehari sebelumnya dilepaskan.

    Tapi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Samarinda Komisaris Arif Budiman menyatakan kelimanya masih diperiksa. "Mereka diduga pelaku perusakan pos polisi," katanya.

    SATWIKA MOVEMENTI | AYU PRIMA SANDI | FIRMAN HIDAYAT

    Berita Terkait
    Dini Hari Tadi, Tawuran Pecah di Berbagai Lokasi

    Nachrowi Serang Kandidat Gubernur DKI Lain

    Tiga Polisi Juga Terkena Air Keras

    Ditolak Supir, Busway Bekasi Tetap Beroperasi

    Feeder Busway Bekasi Tak Beroperasi Lagi

    PPD: Komunikasi Salah antara Busway dan Supir

    Alasan Feeder Bekasi Sempat Tak Beroperasi

    Pengamat: Kebijakan Busway Bekasi Setengah Matang

    Dishub Tak Tahu Feeder Busway Tak Beroperasi

    Feeder Busway Bekasi Jalan Lagi Siang Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.