Banjir di Kampung Pulo Rendam Ratusan Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa melintasi halaman sekolah SMPN 21 Makassar, Kamis (15/3) yang terendam banjir. Sudah 6 tahun sekolah selalu ini terendam banjir saat musim hujan tiba dan ratusan siswa terpaksa tak melakukan  proses belajar. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah siswa melintasi halaman sekolah SMPN 21 Makassar, Kamis (15/3) yang terendam banjir. Sudah 6 tahun sekolah selalu ini terendam banjir saat musim hujan tiba dan ratusan siswa terpaksa tak melakukan proses belajar. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir di kawasan Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan, akibat luapan air Kali Krukut hingga siang ini belum surut. Air masih merendam ratusan rumah di tempat itu. “Banjir di sini bukan tahunan lagi, tapi harian,“ ujar Kepala Rukun Tetangga 11 Kampung Pulo, Sugiono, Selasa, 3 April 2012.

    Berdasarkan pantauan Tempo, banjir merendam lima wilayah rukun tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 03, yaitu RT 09, RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 14. Air mulai masuk ke permukiman sejak kemarin, pukul 18.00. “Puncaknya terjadi pukul 02.00 dinihari,” ucap Sugiono. Ketinggian air mencapai dua meter. Genangan mulai menjadi satu meter pada pagi hari.

    Menurut Sugiono, masalah banjir di tempat tinggalnya tidak lepas dari keberadaan gorong-gorong di Kali Krukut. Gorong-gorong itu dibangun sejak Maret 2011. Dengan adanya gorong-gorong itu, lebar kali yang sebelumnya 6-12 meter, kini tinggal 2-3 meter.

    Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jakarta sebelumnya pernah berjanji untuk membenahi masalah banjir di Kampung Pulo. “Ada lima janji yang pernah dilontarkan,” kata Sugiono. “Tapi, baru tiga program yang jalan, yaitu pembuatan gorong-gorong, waduk, dan tanggul.”

    Sugiono menilai keadaan wilayahnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. “Tapi, karena ada program yang belum tuntas, wilayah kami tetap banjir,” katanya.

    SUBKHAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.