Hujan Deras, Jakarta Dikepung Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak melintasi banjir dikawasan Bintaro Permai, Jakarta, Kamis (23/2). Banjir setinggi paha orang dewasa tersebut terjadi karena luapan air dari kali Pesanggrahan yang mendapat kiriman air dari Bogor. Tempo/Aditia Noviansyah

    Seorang anak melintasi banjir dikawasan Bintaro Permai, Jakarta, Kamis (23/2). Banjir setinggi paha orang dewasa tersebut terjadi karena luapan air dari kali Pesanggrahan yang mendapat kiriman air dari Bogor. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan yang mengguyur Ibu Kota sejak Senin, 2 April 2012 hingga Selasa, 3 April 2012 malam, dengan intensitas tinggi ternyata menyebabkan banjir di sebagian wilayah Jakarta. Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan sebagian wilayah Jakarta kini sedang terendam air.

    "Tercatat Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Krukut meluap sehingga wilayah di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Tangerang, juga sebagian masyarakat terendam akibat luapan Kali Ciliwung," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Rabu 4 April 2012. "Ketinggian air di kawasan itu mencapai 1,5 meter."

    Di Jakarta Timur, banjir terjadi di Kecamatan Pasar Rebo, di antaranya Kelurahan Kali Sari dan Kelurahan Cijantung. Banjir juga melanda Kecamatan Jatinegara, terutama di Kelurahan Kampung Melayu.

    Air bah juga merendam kawasan Jakarta Selatan, seperti di Kecamatan Pesanggrahan, terutama Kelurahan Cipedak dan Ulujami. Juga di Kecamatan Kebayoran Baru, terutama di Kelurahan Petogogan. "Hingga saat ini dilaporkan belum ada korban jiwa," kata Sutopo.

    Meski begitu, banjir merendam rumah warga dan membuat mereka mengungsi. Banjir dan genangan air membuat kemacetan parah di sejumlah kawasan.

    Kepala Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Tarjuki, mengatakan ada 62 kawasan berpotensi banjir di Jakarta. Kawasan-kawasan tersebut berpotensi karena tanggul yang ada rawan bocor.

    Di Jakarta Pusat, ada sembilan lokasi. Tarjuki memberi contoh dua lokasi dengan pemukim yang besar, yaitu Jati Pinggir dan Cempaka Putih. Di Jakarta Utara, ada 19 lokasi. Ia mencontohkan Pademangan Barat dan Pademangan Timur.

    Di Jakarta Barat, ada 17 lokasi, di antaranya Green Garden dan Sukabumi Utara. Di Jakarta Timur, ada lima lokasi. Dua di antaranya adalah Bidara Cina dan Kampung Melayu.

    Sedangkan di Jakarta Selatan ada 12 lokasi, antara lain Pondok Labu dan Petogogan. Menurut Tarjuki, daerah Jakarta Selatan sangat rawan karena tanggul di Sungai Pesanggrahan adalah tanggul lama sehingga rawan jebol atau merembes.

    Untuk meminimalisasi dampak banjir, pihaknya akan segera menambal tanggul-tanggul yang rawan jebol. Selain itu, akan ada juga kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun sheet pile (perkuatan tebing sungai) di Sungai Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Proyek ini akan menelan dana Rp 1,7 triliun.

    WDA | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.