Rumah Hidayat Kebanjiran, 30 Ikan Koi Berhamburan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dok. Tempo/Panca Syurkani

    dok. Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid, yang terletak di Kemang Selatan 4, Jakarta Selatan, kebanjiran. Karpet, sofa, dan perkakas rumah di lantai satu rumahnya itu tergenang air hingga setinggi 0,5 meter. Peristiwa itu terjadi Selasa, 3 April 2012. Saat ini, menurut Hidayat, kondisi rumahnya sudah normal.

    "Rumah sudah tidak banjir lagi, tadi sudah dibersihkan," kata Hidayat saat dihubungi Rabu, 4 April 2012. "Tapi di luar rumah masih tergenang air setinggi 10 sampai 20 sentimeter."

    Hidayat menceritakan bahwa air mulai masuk ke rumahnya yang berada di kompleks 79, RT 11 RW 02, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa dinihari sekitar pukul 02.00. Air perlahan-lahan meninggi hingga mencapai setengah meter.

    Beruntung, banjir hanya di lantai satu kediamannya sehingga yang basah karpet, sofa, dan perkakas rumah. "Tidak ada barang berharga seperti dokumen," kata mantan Ketua Majelis Permusyawaratan itu.

    Sekitar 30-an ikan koi yang ada di kolam depan rumah Hidayat pun berhamburan hingga masuk ke dalam rumah. "Tapi tidak ada yang hilang karena rumah saya lebih tinggi sehingga ikannya tidak keluar," ujar politikus dari Partai Keadilan Sejahtera itu.

    Menurut Hidayat, sebelumnya, jarang terjadi banjir di kawasan tempat tinggalnya itu. Namun, setelah adanya bangunan tinggi di sekitar lingkungannya, banjir sering melanda. Hal ini, kata dia, tanah yang tadinya menjadi daerah resapan air hilang berganti menjadi bangunan.

    Lokasi rumah Hidayat sebenarnya berjarak cukup jauh dari aliran Kali Krukut, yaitu 100 meter. Ada kompleks apartemen yang memisahkan kompleks perumahannya dengan sungai tersebut.

    Sebagai calon Gubernur DKI, Hidayat telah menyiapkan program antisipasi banjir. Untuk menyelesaikan persoalan banjir, menurut dia, Pemerintah Daerah DKI harus bisa berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah Jawa Barat, Wali Kota Depok, dan Wali Kota Bogor. "Jadi, sebelum air itu sampai di Jakarta, bisa dialirkan ke situ yang dibuat di tempat lain. Tapi, untuk itu, harus bisa dipercaya," ujarnya.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.