Banjir, Panen Jasa Dorong Mobil dan Motor Mogok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyeberangi banjir dengan mengunakan jasa gerobak di jalan raya Ciledug, Jakarta, Rabu (4/4). TEMPO/Wahyu Setiawan

    Warga menyeberangi banjir dengan mengunakan jasa gerobak di jalan raya Ciledug, Jakarta, Rabu (4/4). TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta- Banjir yang merendam Jalan Raya Panjang, Jakarta Barat, mendatangkan rezeki bagi Dika, 17 tahun. Dika mencoba memanfaatkan banjir yang merendam badan jalan tepat di Kompleks Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat, dengan membantu pengendara yang ingin melewati banjir.

    Laki-laki bertubuh kurus itu sengaja datang ke lokasi banjir untuk mencari receh. "Iseng-iseng saja, daripada cuma diam saja di rumah," ujar Dika saat ditemui Tempo, Rabu, 4 April 2012.

    Keisengan Dika pun cukup membuahkan hasil. Baru pukul 11.00 WIB, Dika mengaku sudah mengumpulkan uang Rp 50 ribu. "Itu baru dari jam 9, dan sudah buat makan tadi," kata Dika.

    Laki-laki dengan rambut berwarna pirang itu mengatakan bisa mendapatkan uang sebanyak itu dari membantu mendorong motor dan mobil yang terjebak banjir. Ia pun mengaku tidak mematok tarif atas jasanya itu. "Seikhlasnya saja, kalau sudah dibagi-bagi lagi ke temen-temen," kata Dika yang sudah mendorong 10 motor dan 3 mobil.

    Hal senada juga dilakukan oleh Rio, 20 tahun. Ia sengaja datang ke Jalan Raya Panjang itu untuk mencari sedikit keuntungan. "Lumayan sebelum kerja, jadi ada penghasilan dulu," kata Rio yang sebelumnya menjadi sales di sebuah Mall di Jakarta Barat.

    Rio mengatakan sudh berhasil mengumpulkan uang hingga Rp 70 ribu dari pekerjaan dadakannya itu. Pria bertubuh tinggi itu mengaku sudah mendorong 20 motor dan 5 mobil sejak jam 8 pagi tadi. "Tapi tadi sudah buat makan juga, belum sempat makan tadi pagi," kata warga Kampung Baru, Kedoya, Jakara Barat.

    Rio juga mengaku menyediakan jasa memperbaiki motor yang mogok akibat memaksakan lewat banjir. Untuk jasa perbaikan motor, Rio mengaku tergantung permintaan pemilik motor juga. "Terserah yang punya motor, kalau mau biasanya mereka bayar Rp 15 ribu atau Rp 20 ribu. Hampir sama seperti mendorong mobil," kata Rio.

    Semangat mencari uang itu membuat Rio tidak takut akan mengalami penyakit. "Penyakit ngapain ditakutin," kata Rio sambil tertawa.

    DIMAS SIREGAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.