Gara-gara Oli, Dinas Kebakaran Rugi Ratusan Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar kembali puing-puing pergudangan oli di Muara Karang, Pluit, Jakarta, Jumat (6/4). ANTARA/M Agung Rajasa

    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar kembali puing-puing pergudangan oli di Muara Karang, Pluit, Jakarta, Jumat (6/4). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas las para pemulung yang ingin mengambil dan memanfaatkan potongan-potongan besi menyebabkan gudang oli yang ada di Jalan Karang Pluit Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar lagi pada Jumat sore kemarin. Percikan api dari las menyambar ceceran oli di puing-puing bangunan yang kini terkesan dibiarkan tak terawat itu.

    “Beruntung kebakaran kemarin padam hanya dalam sejam,” kata Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Nurdin Silalahi, ketika dihubungi pada Sabtu, 7 April 2012.

    Nurdin membandingkan dengan kebakaran yang terjadi dua pekan lalu. Saat itu api baru benar-benar padam setelah empat hari.

    Kemarin, api hanya menyala di bagian tengah pabrik, tak menjalar luas. “Namun bekas oli yang terbakar menghasilkan banyak asap membuat panik warga di sekitar gudang,” katanya.

    Api memang lebih mudah ditaklukkan. Jumlah unit pemadam yang dikerahkan kemarin juga 8:34 dibandingkan kebakaran pertama. Tapi, Nurdin menambahkan, Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat merugi hingga ratusan juta akibat kebakaran di gudang oli ini.

    Pasalnya, ratusan gulung selang yang digunakan untuk memadamkan api terkena oli. Jaket pemadam pun banyak yang rusak karena oli. "Kalau kena oli tidak bisa digunakan lagi karena mudah terbakar," kata dia.

    ANGGRITA DESYANI | M RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.