Ratusan Korban Banjir Terserang Penyakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang korban banjir diperiksa oleh petugas kesehatan di posko di  Kampung Melayu, Jakarta (13/2). Data dari Kelurahan Kampung Melayu menunjukan korban banjir meliputi 7 RW. TEMPO/Aditya Noviansyah

    Seorang korban banjir diperiksa oleh petugas kesehatan di posko di Kampung Melayu, Jakarta (13/2). Data dari Kelurahan Kampung Melayu menunjukan korban banjir meliputi 7 RW. TEMPO/Aditya Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan warga menderita batuk, pilek, dan gatal gara-gara banjir di awal pekan ini. Mereka tersebar di berbagai titik banjir di Jakarta Selatan, Barat, dan Timur.

    Dalam catatan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati, sebanyak 611 warga yang terserang penyakit itu ada di Jakarta Selatan. “Mereka berasal dari Pesanggrahan, Jagakarsa, Kebayoran Lama, dan Pasar Minggu,” kata dia, Sabtu 7 April 2012.

    Adapun di Jakarta Timur jumlah warga yang terserang gejala penyakit yang sama ada 28 orang. Mereka warga Bidaracina, Kampung Melayu, Cijantung, dan Kalisari.

    Di Jakarta Barat, tercatat ada 316 warga korban banjir yang telah ditangani Dinas Kesehatan. Mereka tinggal di Duri Kosambi, Rawabuaya, serta Cengkareng Barat. “Penderita terbanyak ada di Cengkareng Barat, 115 warga,” kata Dien.

    Saat ini, Dien menambahkan, pihaknya mengantisipasi mewabahnya jenis penyakit lain yang biasa timbul usai banjir, yakni diare, leptospirosis, serta demam berdarah dengue.

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.