Operasi Simpatik Normalkan Fungsi Trotoar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara motor berjalan di atas trotoar jalan Sudirman, Jakarta, untuk menghindari kemacetan (13/3). Tindakan ini dapat membahayakan para pejalan kaki yang berjalan di trotoar. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Seorang pengendara motor berjalan di atas trotoar jalan Sudirman, Jakarta, untuk menghindari kemacetan (13/3). Tindakan ini dapat membahayakan para pejalan kaki yang berjalan di trotoar. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Sularno, mengatakan 75 personel ditugaskan dalam Operasi Simpatik pada hari ini, Senin, 8 April 2012.  Operasi gabungan yang terdiri dari anggota TNI, Dinas Perhubungan, polisi, dan Satpol PP ini merupakan rangkaian dari 21 hari Operasi Simpatik dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

    "Hari ini operasi akan berpusat di Jalan Daan Mogot dan Jalan Latumenten," kata Sularno di lokasi apel, di perempatan Grogol. Operasi hari ini akan berupaya mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki. Trotoar kerap digunakan untuk berdagang oleh pedagang kaki lima dan memarkir motor oleh penarik ojek.

    Operasi serupa sudah dilaksanakan di Kebon Jeruk dan Cengkareng. Selain mengembalikan fungsi trotoar, operasi juga mensterilkan jalur Transjakarta, sepeda motor menyalakan lampu siang hari, penertiban angkutan umum, dan penertiban parkir di badan jalan.

    Dari operasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, Menurut Sularno, operasi di Cengkareng dan Kebon Jeruk telah berhasil menurunkan pelanggaran secara signifikan. "Datanya baru bisa didapat setelah 15 April nanti." Kebanyakan pelanggar tidak membawa surat-surat berkendara seperti SIM dan STNK.

    Kepala Bagian Pembinaan Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto, mengatakan belum memberikan sanksi hukum bagi pelanggar. "Kebanyakan yang menimbulkan lalu lintas yang fatal itu seperti lalai mempertimbangkan jumlah penumpang dan berjalan di jalur yang tidak sesuai."

    AYU PRIMA SANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.