Kebakaran di Kelapa Gading, Satu Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Pemadam Kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api yang membakar puluhan rumah di jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/4). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas Pemadam Kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api yang membakar puluhan rumah di jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/4). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta:  Musibah kebakaran terjadi di Jalan Boulevard Timur, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin, 9 April 2012. Puluhan rumah petak ludes dan seorang ibu rumah tangga tewas dalam musibah itu. “Namanya Siti Sanati berusia 35 tahun," kata Junaedi, warga setempat.

    Tempat yang terbakar itu tepat berada di sisi rumah sakit Gading Pluit, Kelapa Gading. Menurut Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, Nurdin Silalahi, di sana ada sekitar 65 rumah petak yang menempati arela seluas 500 meter persegi. "Api berasal dari satu rumah yang berada di tengah-tengah permukiman," katanya.

    Dinas pemadam mengerahkan 17 mobil pemadam kebakaran untuk menaklukkan api. Setelah api padam masyarakat yang menjadi korban berupaya mencari barang-barang mereka yang bisa diselamatkan. Saat itulah tiba-tiba terdengar orang berteriak "Ada orang! Ada orang!" Lalu berbondong warga menuju sumber suara dan ternyata menemukan satu sosok manusia dalam posisi tengkurap, hangus.

    Menurut Junaedi, korban adalah pedagang. Korban memang biasa tidur siang hari dan bangun saat petang. Jenazah Siti dibawa ke ke Rumah Sakit Ciptomangunkusomo untuk di otopsi. Almarhumah meninggalkan seorang anak perempuan berusia belasan tahun.

    Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran dan darimana datangnya api. Petugas juga masih menghitung total jumlah kerugian.

    MUHAMAD RIZKI | M. FAHRIZAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.