Mayat Perempuan Berjilbab Ternyata Mahasiswa UIN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Tangerang - Penyelidikan mengenai kasus mayat perempuan berjilbab yang ditemukan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, akhirnya menemui titik terang. Setelah sepekan, identitas perempuan itu terkuak. Korban diketahui bernama Izzun Nahdiyah, 24 tahun, mahasiswi semester 12 Fakultas Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. “Kini kami fokus untuk pengejaran pelaku,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Selasa, 17 April 2012.

    Izzun berasal dari Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Dia ditemukan tewas di Jalan Pemda DKI, Ciangir, Sabtu 7 April lalu. Ada bekas luka sayatan benda tajam di lehernya. Diduga dia menjadi korban pembunuhan. Korban masih menggunakan jilbab putih, baju hijau berlengan panjang, kaus dalam putih motif bunga-bunga warna pink, mengenakan sepatu karet, celana jin hitam, serta mengenakan gelang perak.

    Polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga dan teman-teman korban. ”Kami sudah mengetahui identitas pelaku,” kata Shinto. Dia tidak bersedia menyebut nama orang yang dicurigai.

    Menurut seorang penyidik, teman-teman korban mengatakan, Izzun pernah menjalin hubungan istimewa dengan sejumlah pria, di antaranya adalah I, RI, dan R. Polisi masih menelusuri nama-nama pria itu. Namun, malam sebelum ditemukan tewas, ada saksi melihat Izzun dijemput seorang laki-laki berinisial R. ”Dia baru dikenal korban dan bukan mahasiswa UIN,” kata penyidik itu.

    Badeus, keluarga korban mengatakan, bersama teman-teman korban sempat mencari keberadaan Izzun. Sebab sudah 10 hari gadis itu tidak ada kabar. "Saya berduka, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya saya serahkan kepada pihak berwajib," ujarnya. Jenazah Izzun rencanya dibawa ke kampung halam untuk dikebumikan.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.