Anggota Geng Motor Sebut Operasi Abu-abu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ILUSTRASI FOTO: GUNAWAN WICAKSONO (TEMPO)

    ILUSTRASI FOTO: GUNAWAN WICAKSONO (TEMPO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang sumber Tempo yang termasuk dalam geng motor penyerang pada 7, 8, dan 13 April 2012 silam, menyebut operasinya sebagai operasi abu-abu. “Ini operasi abu-abu, kami tidak dapat perintah resmi, tetapi juga tak dilarang,” kata sumber tadi.

    Ditemui kemarin malam, ia mengatakan pembentukan kelompok itu merupakan reaksi atas meninggalnya Kelasi Satu Arifin Siri di Pademangan. Kelompok itu dibuat karena polisi dianggap lamban menangani kasus ini.

    Sumber Tempo tadi mengatakan kasus ini bermula saat sebuah truk tak dapat melintas karena jalan di Pademangan tertutup oleh geng motor. PT DOK Bau Bahari, perusahaan pemilik truk itu, memiliki hubungan dengan salah seorang perwira Angkatan Laut.

    Sumber tadi mengatakan, setelah mendapat laporan penghadangan truk, Kelasi Satu Arifin Siri dan Albert Tabra diutus untuk menyelesaikan masalah itu. Namun, masalah tak selesai, Arifin malah tewas setelah dikeroyok oleh massa geng motor.

    Kecewa dengan penanganan polisi yang lambat, akhirnya mereka membentuk kelompok tersebut. “Untuk menunjukkan bahwa, kalau polisi tidak bergerak, kami akan bergerak,” katanya. Lambatnya pengusutan kasus inilah yang membuat kelompok tersebut muncul sepekan setelah meninggalnya Kelasi Satu Arifin. “Kami memberi waktu kepada polisi menyelesaikan kasus ini terlebih dulu,” tutur dia.

    Ia berpendapat, lambatnya penanganan oleh polisi diakibatkan keterlibatan seseorang dalam geng motor YGEN, pengeroyok Arifin hingga tewas. “Tetapi hampir 70 persen kami yakin ia bukan pembunuh Arifin,” ujar dia.

    Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya, Mayor Jenderal Waris, sebelumnya membeberkan nama-nama anak buahnya yang terlibat dalam pengeroyokan geng motor pada 13 April 2012. Keempat anggotanya itu berasal dari Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) VI Tanjung Priok. Mereka antara lain Serda Yogi Pramana, Serda Jaka Trima, Praka Mazuri, dan Pratu M. Khotibul Imam.

    "Mereka menerima ajakan SMS dari teman-temannya," katanya, Jumat 20 April 2012. Sejauh ini, kata Waris, mereka belum terbukti melakukan tindakan anarkistis. "Hanya motor-motoran, belum terbukti ikut-ikut bacok."

    ANGGRITA

    METRO TERPOPULER
    Solidaritas TNI di Balik Aksi Geng Motor

    Pembangunan Jalur MRT Dimulai Pekan Depan

    Polisi Klaim Tangkap Dua Pengeroyok Kelasi Arifin

    Hari Ini, Feeder Busway Bekasi-Jakarta Jalan

    Polisi Klaim Tangkap 3 Pengeroyok Arifin

    Jakarta Bakal Diguyur Hujan Sore dan Malam

    Kontras Desak Pelaku Geng Motor Dijerat KUHP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.