Satu Hari tanpa Nasi di Depok Pecahkan Rekor Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja sedang membersihkan beras dari sisa gabah di pasar induk Cipinang Jakarta Timur (16/3). TEMPO/Amston Probel

    Seorang pekerja sedang membersihkan beras dari sisa gabah di pasar induk Cipinang Jakarta Timur (16/3). TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Depok - Sebanyak 24.520 siswa memecahkan rekor dunia program One Day No Rice Kota Depok di lapangan tembak 600 meter Kartika Kostrad, Cilodong, Depok, Minggu 22 April 2012.

    Deputi Manager Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) Damian Awan Rahargo mengatakan acara "Makan Makanan Lokal Non-Beras dengan Peserta Terbanyak" ini adalah yang pertama di dunia. "Saya yakin ini belum dilakukan oleh negara mana pun di dunia," katanya saat membacakan rekor untuk acara tersebut.

    Berdasarkan pertimbangan superlatif, kata Damian, yakni jumlah untuk jenis makanan pengganti, maka MURI menganugerahkan program satu hari tanpa nasi tersebut untuk rekor dunia. "Dengan ini, MURI menyatakan program ini pantas mendapat rekor dunia," katanya.

    Damian mengatakan rekor yang sama pernah diraih oleh daerah Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah, dengan acara makan singkong terbanyak. Saat itu, lebih dari 10 ribu orang makan makanan dari singkong dan tercatat sebagai rekor MURI 2010. "Sekarang mereka sudah ditumbangkan oleh Kota Depok," katanya.

    Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan acara yang melibatkan hampir seribu guru ini dalam upaya mensosialisasikan program tersebut di dunia pendidikan. Mahmudi juga berterima kasih kepada MURI yang telah menganugerahkan rekor dunia kepada Depok. "Mudah-mudahan, dengan rekor ini, akan memotivasi tercapainya program kami," katanya.

    Menurut Mahmudi, sebenarnya para guru dan orang tua siswa telah menerapkan makan makanan tanpa beras. Tapi memang tidak ada upaya untuk memberdayakan makanan tersebut. "Kalau makan singkong dan ubi saja, mereka sudah biasa, tapi maksud kami, makanan lokal itu didampingi lauk-pauk dan gizi lain," katanya.

    Siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mekar Sari 5, Juliet Pontoloring, mengaku senang mengikuti acara ini. Ia pun membawa singkong, ubi, dan kentang bersama kawan-kawannya untuk disantap. "Enak banget, mengurangi makan nasi. Di rumah, setiap hari Selasa, makan ini," katanya.

    Senada dikatakan siswa kelas 2 SMP 1 Depok, Alkanovio. Ia mengikuti acara ini dengan membawa makanan dari ubi dengan lauk telur. Ia mengaku makan makanan tersebut setiap hari Selasa. "Iya, enak sih. Enggak membuat tubuh lemah kok, kan cuma satu hari," katanya.

    Sementara itu wali kelas 4 SDN Kali Baru 4, Hery, mengatakan dirinya membawa rombongan sebanyak 135 siswa dari kelas 4 dan 5. Ia mengaku di sekolah juga sudah menerapkan makanan tanpa nasi setiap Selasa. "UPT dan dinas juga telah memberikan sosialisasi," katanya.

    ILHAM TIRTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.