Aksi Geng Motor Seperti Lebah Bikin Ulah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta -Inilah geng motor yang terkenal paling bengal.Lahir di Bandung, Exalt to Creativity atau lebih dikenal dengan XTC kini memiliki puluhan ribu anggota yang menyeber di berbagai daerah di Indonesia. Menguasai sebagian besar arena kebut-kebutan di kota-kota besar, XTC punya semboyan seram : loe asik gue santai, loe usik gue bantai.

    Bak perilaku lebah, yang menjadi lambang geng motor ini, anggotanya dikenal pantang menyerah memburu setiap orang yang mengusik ketenangan mereka. Menurut pembina geng tersebut, Ahmad Ridwan, pihaknya tidak pernah mengobarkan permusuhan dengan geng motor lain. Hanya, kata pria 39 tahun ini, sejumlah geng motor lain di Bandung, entah kenapa, telah menjadikan XTC sebagai musuh bersama. “Bahkan permusuhan itu diwariskan ke generasi muda mereka,” kata Ridwan kepada Tempo, Kamis pekan lalu.

    Semula nama kelompok ini Exalt to Coitus alias “Pemuja Senggama”. Karena dianggap seronok, lantas diubah menjadi Exalt to Creativity. Jadi, singkatannya tetap XTC. Dan kini menjadi XTC Sexy Road Indonesia, tapi tetap populer dengan sebutan XTC.

    Tidak mudah untuk menjadi anggota XTC. Di Bandung, misalnya, calon anggota harus lulus dulu dari “ujian hidup-mati”--demikian istilahnya--di Cikole, Lembang, Jawa Barat. Di sana, demikian menurut seorang anggota geng yang namanya minta tidak disebut, setiap anggota diuji mengendarai motor malam hari dengan kecepatan tinggi, setelah rem motor mereka dibuat blong. Rutenya: turun naik Bandung-Lembang dengan motor yang juga harus tanpa lampu.

    Dalam catatan Kepolisian, XTC sudah masuk “daftar hitam”. Di Bandung, misalnya,  pada akhir September 2010, misalnya, Kepolisian Wilayah Besar Kota Bandung menangkap dan menelanjangi 200 anggota XTC yang melakukan perusakan di perempatan Cihampelas, Bandung. Pada Maret lalu, Kepolisian Resor Bandung menangkap empat anggota geng yang diduga kerap melakukan pencurian dengan kekerasan. Baca selengkapnya di Majalah Tempo.


    ANTON APRIANTO | ANWAR SISWADI

    Berita terkait
    James Bon Pemburu Geng Motor 
    Alasan Pengendara Yaris Putih Tembak Geng Motor
    Geng Motor Tak Berencana Membunuh Lawannya  
    Dikeroyok, Arifin Diteriaki 'Ambon Bawa Sangkur' 
    Pemeriksaan Kodam Jaya Jadi Kunci Kasus Geng Motor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.