Kedubes Prancis Dikirimi Serbuk Diduga Anthrax  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menunjuk bekas tanda-tanda tabrakan maut mobil Xenia yang sudah dipasang garis polisi,  di halte Tugu Tani, Jakarta, (23/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Seorang warga menunjuk bekas tanda-tanda tabrakan maut mobil Xenia yang sudah dipasang garis polisi, di halte Tugu Tani, Jakarta, (23/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Prancis menerima kiriman amplop yang diduga berisi serbuk anthrax, Senin malam, 23 April 2012. "Amplop kiriman diterima sekitar jam 19.30," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa, 24 April 2012.

    Di bagian luar amplop hanya tertulis nama orang yang dituju, yaitu Fabien dan Ghillain, staf asal Prancis. Amplop itu bertuliskan "Anthrax". Tidak ada nama pengirim maupun cap pos di amplop itu.

    Kedua staf itu kini dikarantina di RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi) Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Sedangkan serbuk yang diduga anthrax itu masih diteliti di sebuah laboratorium kimia di Bogor. Hasil penelitian akan selesai besok.

    Polisi masih menyelidiki asal kiriman itu dan motif pelaku. Bakteri anthrax dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, pendarahan, dan bahkan kematian.

    SATWIKA MOVEMENTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.