Pencarian 'Mayat' di Ciliwung Dilanjutkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Brimob Kelapa Dua menyisir sungai Ciliwung di Jembatan Panus, Depok. Mereka mencari karung diduga brisi mayat manusia yang dibuang dari Jembatan Panus, Rabu, (25/4). TEMPO/Ilham Tirta

    Tim Brimob Kelapa Dua menyisir sungai Ciliwung di Jembatan Panus, Depok. Mereka mencari karung diduga brisi mayat manusia yang dibuang dari Jembatan Panus, Rabu, (25/4). TEMPO/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Depok - Polisi melanjutkan pencarian karung yang diduga berisi mayat di Sungai Ciliwung. Hari ini, tim pencari mengerahkan 36 anggota Brimob Kelapa Dua, Depok. Fokus pencarian masih di sekitar aliran sungai dekat dengan Jembatan Panus. "Kami sisir dari hilir ke atas sampai jembatan," kata pemimpin regu, Ajun Komisaris Boy Siregar, Kamis, 26 April 2012.

    Karung yang diduga berisi mayat itu dibuang dua lelaki bersepeda motor, kemarin. Mereka melemparkan karung itu dari Jembatan Panus. Penduduk setempat curiga karung itu berisi mayat karena ada cairan merah mirip darah yang menetes dari dalam karung. Tetesannya masih terlihat di sekitar jembatan. Kecurigaan itu bertambah karena kedua lelaki itu buru-buru kabur ketika ada warga yang menegur.

    Polisi sudah mengambil cairan mirip darah itu untuk diteliti di laboratorium. Hasilnya, cairan itu memang benar darah manusia. "Itu sudah dipastikan dari tim Inafis," kata Boy. Hasil uji lab itu, kata Boy, sebenarnya sudah diterima polisi kemarin petang. Namun arus sungai sangat deras sehingga pencarian ditunda. Sampai saat ini, polisi masih memasang garis polisi di sekitar ceceran darah di atas Jembatan Panus itu.

    ILHAM TIRTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.