Afriyani Didakwa Membunuh dan Ugal-ugalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa tabrakan maut, Afriani Susanti (29) saat menjalani sidang perdana di PN Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis, (26/4). Afriani disangkakan dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 311 UU Lalu lintas dan Jalan Raya tentang kesengajaan membuat kematian orang dalam berlalu lintas dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara dan Dan dikenakan pasal 127 KUHP Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang pengguna narkoba dengan ancaman hukuman satu tahun penjara. TEMPO/Tony Hartawan

    Terdakwa tabrakan maut, Afriani Susanti (29) saat menjalani sidang perdana di PN Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis, (26/4). Afriani disangkakan dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 311 UU Lalu lintas dan Jalan Raya tentang kesengajaan membuat kematian orang dalam berlalu lintas dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara dan Dan dikenakan pasal 127 KUHP Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang pengguna narkoba dengan ancaman hukuman satu tahun penjara. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Afriyani Susanti, 29 tahun, didakwa ugal-ugalan saat mengendarai mobil Xenia hingga sembilan warga tewas dari rombongan pejalan kaki yang ditabraknya. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun karena dianggap sengaja merampas nyawa orang lain.

    Tim Jaksa Penuntut Umum, Kamis, 26 April 2012, membacakan dakwaan terhadap Afriyani. Dalam sidang perdana yang diketuai hakim Antonius Widyatono ini pengemudi Xenia penabrak rombongan warga di trotoar Jalan M. Ikhwan Ridwan Rais tersebut dijerat dengan pembunuhan Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

    Ia juga didakwa Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Perempuan berprofesi sebagai script writer itu dituduh sengaja mengemudikan mobil dengan cara yang berbahaya, sehingga mengakibatkan nyawa orang lain melayang serta membuat sebagian orang terluka.

    Afriyani dianggap sengaja merampas nyawa orang lain karena mengabaikan peringatan temannya, Ary Sendy. Ary disebut telah memintanya supaya tidak menyetir mobil lantaran kondisinya tak memungkinkan menyetir. Alasan Ary, Afriyani tak tidur semalaman, minum minuman beralkohol, dan mengkonsumsi pil ekstasi.

    Namun keterangan Ary ini dimentahkan pengacara Afriyani. “Kami keberatan dengan keterangan yang menyatakan saksi Ary telah memperingatkan Afriyani berkali-kali,” kata Achmad Suyudi, anggota tim kuasa hukum Afriyani. Dia meragukan keterangan itu dalam Berita Acara Pemeriksaan.

    GAKI MAKITAN

    Berita Terkait
    Pengacara Afriyani Bacakan Eksepsi Pekan Depan

    Afriyani Didakwa dengan Pasal Pembunuhan

    Keluarga Korban Minta Afriyani Dihukum Berat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.