Kata Orang Dekatnya, Mahasiswi UIN Diduga Diperas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres kota Tangerang Kombes Bambang Priyo Andogo merilis foto tersangka pembunuh mahasiswi UIN yang tewas di gorok beberapa waktu lalu, Tigaraksa, Tangerang, Banten, Selasa (24/4). ANTARA/Lucky.R

    Kapolres kota Tangerang Kombes Bambang Priyo Andogo merilis foto tersangka pembunuh mahasiswi UIN yang tewas di gorok beberapa waktu lalu, Tigaraksa, Tangerang, Banten, Selasa (24/4). ANTARA/Lucky.R

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerkosaan dan pembunuhan Izzun Nahdliyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat, diduga didahulu oleh pemerasan dalam jangka waktu tertentu. Menurut orang dekatnya, Izzun sering kehabisan uang. Padahal sumber keuangannya tidak hanya satu sumber. Izzun biasa mendapat kiriman setiap awal bulan sebesar Rp 1,25 juta.

    Dari buku rekening tabungan korban terlihat bahwa sehari setelah transaksi pemasukan, uang lantas habis tiba-tiba. "Kami perhatikan tidak ada yang baru dari Izzun, baju baru pun tidak, tapi uangnya cepat sekali habis," kata orang dekat Izzun, Kaka (nama samaran), kepada Tempo, Kamis, 26 April 2012.

    Menurut Kaka, mahasiswi semester akhir ini sempat diduga terlibat jaringan Negara Islam Indonesia (NII) karena uang sakunya selalu habis dan pengeluarannya yang sangat besar. Dia sempat menolak ketika pada awal 2011 diminta meninggalkan Jakarta. "Sudah banyak teman katanya," ucap Kaka.

    Menurut orang dekat korban ini, biasanya sebelum mendapat kiriman uang saku selanjutnya korban diwajibkan membuat laporan keuangan bulan sebelumnya. "Mengherankan ketika bulan kemarin laporannya sama sekali tidak ada kesalahan. Perfect. Bahkan ada kolom pengeluaran tiga bulan sebelumnya," tutur Kaka.

    Padahal, kata dia, biasanya ketika membuat laporan dalam format Microsoft Excel, tak jarang Izzun melakukan kesalahan. Ia menduga laporan itu dibuatkan oleh orang lain dan pelaku diduga sudah membajak akun surat elektronik milik Izzun dengan tujuan agar laporan sempurna dan uang bulan berikunya segera ditransfer.

    Selain uang cepat habis, ia tahu Izzun sempat berniat mencari kerja untuk menambah pemasukan. Korban sempat ditawari bekerja sebagai tenaga pemasaran di sebuah supermakert di Jakarta.

    Dugaan Kaka tentang pemerasan terhadap Izzun menguat ketika di salah satu status di akun Facebook milik Izzun dia mengatakan ingin lepas dari cengkeraman seseorang tapi sulit. "Mereka (pelaku) itu kan preman. Kerjanya mengamen. Izzun yang lugu ini kemudian dengan mudah diperas," kata dia.

    Sebelumnya, warga Ciangir, Legok, dikagetkan dengan penemuan mayat perempuan berkerudung tanpa identitas pada 7 April 2012. Awalnya polisi sempat kesulitan mengungkap identitas korban. Tapi, 10 hari kemudian identitas korban terungkap ketika keluarga dan teman kuliahnya mengambil jasadnya di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Tangerang. Dia adalah Izzun Nahdliyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat.

    Polisi telah menangkap lima tersangka dari enam pelaku pemerkosa dan pembunuh Izzun, Selasa 24 April 2012. Polisi masih memburu pelaku utama bernama Muhammad Sholeh alias Oleng.

    AYU PRIMA SANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.