Polisi Masih Buru Pembunuh Mahasiswi UIN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres kota tangerang komisaris besar Bambang Priyo Andogo bersama lima tersangka dan barang bukti pembunuhan mahasiswi UIN di Polres Kota Tangerang Jumat 27 april 2012. Tempo/Jojo Hardjono

    Kapolres kota tangerang komisaris besar Bambang Priyo Andogo bersama lima tersangka dan barang bukti pembunuhan mahasiswi UIN di Polres Kota Tangerang Jumat 27 april 2012. Tempo/Jojo Hardjono

    TEMPO.CO, Jakarta – Polisi masih memburu Muhammad Sholeh alias Oleng, 33 tahun, yang diduga sebagai pelaku utama pemerkosaan dan pembunuhan Izzun Nahdliyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat. Polisi menyebut Oleng sebagai pacar Izzun.

    Menurut sumber Tempo yang dekat dengan Izzun, Oleng bukan pacar korban. Pelaku dan korban, menurut penelusuran dia, pernah memiliki hubungan dekat, tapi sudah berakhir. Pelaku, kata dia, menurut teman-temannya adalah mantan pacar korban. "Dia juga pernah mengatakan tidak mau pacaran," kata sumber Tempo tersebut, Kamis, 26 April 2012.

    Dia menyatakan, sebelum pembunuhan itu terjadi, ada serangkaian masalah yang menimpa Izzun yang disebabkan oleh Oleng.

    Menurut cerita teman korban kepada dia, sebulan lalu pelaku meminjam laptop kepada korban. "Saya heran apa alasannya dia mau meminjamkan ke pelaku. Mungkin karena memang dasarnya dia itu anaknya baik dan tidak pernah curiga kepada orang," kata Kaka.

    Laptop lalu tidak dikembalikan. Dan ketika diminta, alasannya selalu berubah-ubah. “Belakangan dia (Izzun) tahu bahwa ternyata laptop itu sebenarnya dijual untuk uang muka kredit sepeda motor," ucap Kaka.

    Lalu, pada Jumat, 6 April 2012, sekitar pukul 13.00, Izzun pamit kepada adik kelasnya untuk pergi mengambil laptop di rumah Oleng di Kampung Garedok, Desa Ranca Buaya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Selain itu, Izzun juga akan mengantar surat lamaran kerja.

    "Pukul satu siang dia pergi. Sekitar pukul dua siang, telepon selulernya sudah tidak bisa dihubungi," kata Kaka.

    Keesokan harinya, Sabtu, 7 April 2012, mayat Izzun ditemukan di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang. Polisi telah menangkap lima tersangka dari enam pelaku pemerkosaan dan pembunuh Izzun, Selasa, 24 April 2012. Mereka adalah D, Sa, Ca, So, dan Su. Saat ini polisi masih memburu Muhammad Sholeh alias Oleng.

    AYU PRIMA SANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.