Jutaan E-KTP Menunggu Smart Card Reader

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pewajib KTP mengikuti prosesi merekam retina mata dalam pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat, Senin (2/4). ANTARA/M.Ali Khumaini

    Seorang pewajib KTP mengikuti prosesi merekam retina mata dalam pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat, Senin (2/4). ANTARA/M.Ali Khumaini

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak dua juta lembar e-KTP telah jadi secara fisik dan diserahkan dari Kementerian Dalam Negeri ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka menunggu diaktifkan menggunakan Smart Card Reader sebelum dibagikan ke tangan warga.

    “Saat ini Smart Card Reader baru ada di seluruh kelurahan di Jakarta Barat, 30 kelurahan di Jakarta Selatan, dan 20 kelurahan di Jakarta Timur,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, Purba Hutapea, Senin, 30 April 2012.

    Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sendiri menjanjikan akan menyerahkan perangkat pembaca kartu-kartu itu ke lebih banyak kantor kelurahan bersama dengan pengiriman sekitar 3,6 juta fisik e-KTP lainnya.

    Sebelumnya Menteri Gamawan memberi penghargaan kepada Pemerintah Provinsi DKI karena dianggap berhasil merekam data hingga 5,6 juta penduduk dalam program pembuatan e-KTP tahap pertama. Tahap itu berakhir hari ini.

    “Jumlah itu setara dengan jumlah warga lima provinsi di Indonesia,” ujar Gamawan di Balai Kota.

    Namun, Purba mengatakan kalau angka itu sebenarnya belum seluruhnya dari jumlah penduduk wajib KTP di Jakarta. Jumlahnya berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri adalah 6.372.951 orang atau lebih dari 7,4 juta berdasarkan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI.

    Akan tetapi, Purba mengatakan, “Jumlah data e-KTP sudah tidak bergerak sejak 26 April 2012.”

    AMANDRA MUSTIKA MEGARANI | ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.