Ini Rute Massa Buruh dari Tangerang ke Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TOLAK SERTIJAB - Ratusan buruh perkebunan tanaman tahunan PTPN IX demo menolak serah terima jabatan pergantian direksi baru di kantor mereka Jalan Mugas, Semarang, Senin(5/3). TEMPO/Budi Purwanto

    TOLAK SERTIJAB - Ratusan buruh perkebunan tanaman tahunan PTPN IX demo menolak serah terima jabatan pergantian direksi baru di kantor mereka Jalan Mugas, Semarang, Senin(5/3). TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Tangerang - Diperkirakan ribuan buruh akan turun ke jalan untuk memperingati hari buruh atau May Day pada Selasa, 1 Mei 2012 pagi ini. Mereka ini anggota aliansi dan serikat buruh di Tangerang, yang hendak bergabung dengan sesama buruh di Jakarta.

    Dengan menggunakan bus, mereka berangkat dari Bitung, Curug, Tangerang. Rute yang dilalui untuk menuju Jakarta, yaitu jalur tol Bitung, keluar tol Semanggi, kemudian ke arah Bundaran Hotel Indonesia. "Dari sini kami akan berjalan kaki menuju ke Istana Presiden," ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Tangerang Raya, Riden Hatam, pagi ini.

    Menurut Riden, tuntutan utama buruh dalam May Day yaitu pemerintah menghapuskan kebijakan yang merugikan buruh, seperti upah murah dan  tenaga kerja kontrak. "Kami juga akan menuntut agar semua perusahaan membayarkan gaji sesuai dengan UMK (upah minimum kota) dan UMS (upah minimum sektoral," katanya.

    Komitmen buruh, kata Riden, tidak mengepung sejumlah tempat vital seperti stasiun, terminal, maupun jalan tol. Unjuk rasa damai juga akan dilakukan 2.500 buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Tangerang. Mereka akan menggelar orasi di Lapangan Ahmad Yani, Tangerang.

    Buruh yang merangsek ke Jakarta juga berasal dari Bekasi, Bogor, serta Bandung. Hari Buruh Sedunia ini juga ditandai berbagai aksi di sejumlah kota lain seperti Makassar, Surabaya, Semarang dan lainnya.

    JONIANSYAH

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.