Buruh Tangerang Sempat Hadang Akses Pintu Bandara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan buruh sejabodetabek melakukan aksi jalan menuju Istana di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5). Salah satu tuntutan buruh tersebut disahkannya RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada hari buruh yang jatuh pada 1 Mei. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ribuan buruh sejabodetabek melakukan aksi jalan menuju Istana di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5). Salah satu tuntutan buruh tersebut disahkannya RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada hari buruh yang jatuh pada 1 Mei. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Tangerang - Buruh Tangerang sempat memblokir jalan Marsekal Surya Dharma, akses satu-satunya melalu pintu belakang (M1) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa 1 Mei 2012 siang ini. Pemblokiran ruas jalan yang dilakukan Perserikatan Buruh Indonesia (PBI) itu menyebabkan kemacetan lalu lintas di Jalan Daan Mogot dan Jalan M.H. Thamrin, Kota Tangerang.

    Ratusan personel polisi berupaya menghalau barisan buruh dan mengalihkan lalu lintas yang melewati Jalan Marsekal Surya Dharma. Karena dihalau petugas, buruh akhirnya bergerak menuju pusat Kota Tangerang. "Tuntutan kami sama dengan buruh lainnya, yaitu menuntut dihapuskannya sistem kerja kontrak dan May Day jadi hari libur nasional," ujar Yanto, koordinator lapangan buruh.

    Sebelumnya sekitar 1.000 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Tangerang memblokir ruas Jalan M.H. Thamrin, Cikokol, pusat Kota Tangerang.

    Dalam orasinya buruh mendesak pemerintah segera menghapuskan dan mengharamkan sistem kerja kontrak. Sistem kerja itu dinilai tidak berpihak pada buruh. "Kalau perlu sistem itu diharamkan," kata Maman, aktivis Kasbi, dalam orasinya.

    Tadi pagi ribuan buruh ini menduduki kawasan niaga Batu Ceper Kota Tangerang.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.